12 Sep 2019 13:35

Erupsi Karangetang Terus Berlanjut, Puluhan Warga Bertahan di Pengungsian

MyPassion
27 warga Kampung Winangun Lindongan II yang belum dapat dipulangkan sejak 25 Agustus silam, karena bahaya erupsi Karangetang terus berlanjut sampai sekarang.

MANADOPOSTONLINE.COM- Ancaman gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, terus berlanjut. Pasalnya sejak erupsi pada 25 September lalu, hingga sekarang belum ada tanda penurunan aktivitas. Hal ini membuat sekira 27 jiwa warga Kampung Winangun lindongan II, Kecamatan Siau Barat Utara, tetap bertahan di pos pengungsian di Gereja GMIST Galilea Desa Kinali.

Kasubid Tanggap Darurat Meydi Teleng mengatakan dari total 50 jiwa pengungsi, sebagian warga lindongan II dan I yang berjumlah 23 orang telah dipulangkan.

"Namun bagi warga lindongan II yang tinggal dengan jarak 200 meter dari tumpukan lava di Kali Pangi itu tetap kita tahan di pengungsian," ucapnya.

"Memang mereka pada siang diijinkan beraktivitas, untuk membersihkan rumah, maupun mengurus ternak. Namun saat malam harus balik ke pos pengungsian," ujarnya. Teleng menjelaskan saat ini ke 27 warga sudah menetap selama 18 hari di pengungsian.

"Untuk kebutuhan makan minum warga yang bertahan menjadi tanggungan pemerintah. Sejauh ini sudah sekira sembilan juta yang terpakai, untuk memenuhi kebutuhan makan mereka yang disuplai setiap dua hari sekali," kuncinya.

Sementara itu, Kepala BPBD Sitaro Ch Bob Wuaten menegaskan hingga saat ini, pihaknya belum dapat melakukan pemulangan ke 27 pengungsi tersebut.

"Kita tetap menunggu rekomendasi dari PGA. Kalau sudah bisa, maka kita akan segera lakukan pemulangan," singkatnya.

Terpisah, Petugas PGA Karangetang Didi wahyudi mengatakan berdasarkan hasil pantauan melalui parameter vulkanik aktivitas Karangetang, masih tinggi. "Sebab terpantau, adanya lava, yang terus meluncur kearah kali Pangi," jelasnya.

"Status gunung, belum ada peningkatan, karena masih pada level III (Siaga), sehingga direkomendasikan agar masyarakat tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya, yaitu radius 2.5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan), serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat Laut-Utara sejauh 4 km, yaitu wilayah yang berada di antara Kali Batuare dan Kali Saboang," pungkasnya. (cw-04/don)

Kirim Komentar