11 Sep 2019 09:32

Owner Double O Manado Terancam 8 Tahun Penjara

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM—Owner Double O Manado AL alias Lim masih ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Manado. Hasil pengembangan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kantor Wilayah Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtra), Lim terbukti merugikan keuangan negara akibat praktik kotor seperti penggunaan cukai palsu.

 

Penyelidikan Bea Cukai disebutkan dilakukan sejak Desember 2018. Bidang Pengawasan Kantor Wilayah Bea Cukai Sulbagtara saat itu menyita beberapa merek minuman mengandung etil alkohol (MMEA) atau yang dikenal masyarakat dengan minuman keras impor ilegal. Seperti Black Label, Chivas Regal, Hennesy Vsop dan lainnya. Barang bukti tersebut telah ditahan pihak Bea Cukai.

Diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulbagtara melalui Kabid Fasilitas dan Humas Imam Sarjono, saat ini terdapat 1.943 botol MMEA golongan B dan C.

“Yang terbagi 1.639 botol MMEA berlabel pita cukai palsu, 302 botol MMEA berlabel pita cukai asli dan 2 yang tidak ada pita,” ungkapnya saat diwawancarai Manado Post di kantornya, Selasa (10/9) kemarin.

Jadi lanjut Sarjono, pemilik tempat hiburan malam tersebut selama ini tengah menjalani penyidikan oleh tim penyidik Bea Cukai.

“Setelah ada beberapa faktor yang mendukung untuk dilakukan penahanan. Petugas Bea Cukai pun langsung melakukan penahanan terhadap tersangka,” ungkapnya. “Tersangka terbukti besar melakukan pelanggaran mengenai pengedaran MMEA.

Tersangka akan dijerat pasal 54 dan/atau pasal 56 UU 59 tahun 2007 tentang Cukai pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 8 tahun dan denda 10 kali nilai cukai yang harus dibayar. Karena kerugian negara akibat ulah tersangka menyentuh ratusan juta rupiah,” lanjut Sarjono.

Lanjut juru bicara Bea Cukai Sulbagtra tersebut, saat ini mereka masih akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut untuk melakukan pemeriksaan, jika ada berkas yang belum lengkap. “Tunggu perkembangan selanjutnya,” pungkasnya.(ctr-01/gnr)

Kirim Komentar