10 Sep 2019 09:08

Wah!! Puluhan Kecamatan di Sulut Ini Krisis Air

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Warga yang tinggal dalam 28 kecamatan di Sulawesi Utara (Sulut) makin gelisah. Krisis air mulai menghantui warga. Akibat tak tersedianya air bersih, warga berisiko terkena gangguan kesehatan. Kemudian panen padi bisa terancam karena sawa tak lagi dialiri air.

Dimulai dari Kabupaten Minahasa. “Untuk wilayah Tondano ada beberapa mata air yang menjadi andalan masyarakat seperti di Makalonsow. Namun saat ini debit airnya sudah berkurang,” sebut Dirut PDAM Minahasa Arnol Winowatan.

Lanjut Winowatan, pihaknya terus memantau daerah yang terdampak kekeringan pada musim kemarau. "Kami tetap siap memasok air jika dibutuhkan. Prioritasnya di daerah yang tidak ada aliran sungai atau mata air,” ujarnya.

Hal yang sama juga terjadi di enam kecamatan di Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Akibat kekeringan parah, mengakibatkan petani gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Minut Ir Wangke Karundeng mengatakan, sebetulnya hampir semua wilayah di Kabupaten Minut mengalami kekeringan, namun sesuai dengan laporan yang ada saat ini baru Kecamatan Kema, Kauditan, Wori dan Likupang raya yang mengalami kekeringan hingga mengakibatkan gagal panen.

“Musim panas yang berkepanjangan ini sangat merepotkan para petani, mulai dari tidak bisanya menanam kembali komoditi pertanian hingga beberapa hasil pertanian terancam gagal panen,” ungkapnya, Senin (2/9).

Lanjutnya, sekalipun para petani bisa memanen hasil pertaniannya, namun hasilnya akan berbeda jauh dari hasil yang biasa diperoleh jika tidak sedang musim panas.

“Karena musim kemarau ini para petani jagung hanya bisa memanen hasil pertaniannnya sekitar dua hingga tiga ton dari delapan ton yang biasanya dipanen, jika tidak dalam musim kemarau,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Likupang Timur Vandy Posumah mengatakan, kekeringan terjadi di hampir semua desa di kecamatannya.

“Sedikit menguntungkan sebetulnya karena ada banyak petani yang baru saja melewati musim panen sebelum terjadi kemarau yang berkepanjangan. Jadi para petani sedikit tertolong, meskipun sebagian besar belum bisa menanam kembali akibat lahan yang kering,” singkatnya.

123
Kirim Komentar