10 Sep 2019 09:21

Penganiaya Polisi Dibekuk, Tersangka Bisa Bertambah

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM—Satuan Reskrim Polresta Manado membekuk dua tersangka kasus penganiayaan terhadap anggota polisi yang bertugas di Polsek Pineleng, Senin (9/9).

Diketahui Minggu (8/9) terjadi perlawanan serta penganiayaan terhadap salah satu anggota polisi. Menurut keterangan Kasatreskrim Polresta Manado AKP Tommy Aruan, saat itu mereka sedang mengadakan patroli rutin yang biasa dilakukan malam mingguan.

“Kemudian mereka menemukan rumah yang masih melakukan acara malam. Padahal menurut keterangan kapolsek waktu itu sudah larut malam. Maka Kapolsek pun menghampiri dan memberikan arahan. Kemudian pihak keluarga yang mempunyai hajatan mengiyakan untuk memberhentikan mengingat juga sudah larut malam,” bebernya.

Ketika kapolsek sedang berbincang-bincang dengan perangkat desa, sudah mulai terjadi adu mulut antara warga yang tak ingin acara malam tersebut ditutup beberapa anggota polisi.

“Tiba-tiba dalam acara tersebut terjadi keributan, ada orang berteriak. Kemudian saat itu Kanit Sabhara Ipda Jani Ramoh dan Aipda Denny Mamitoho mendekati keributan tersebut karena sudah banyak warga yang masuk dari luar,” ceritanya.

“Mereka berupaya meredakan keributan. Tetapi warga yang masuk sudah semakin banyak dan mulai melemparkan kursi plastik merah ke tengah acara. Saat itu juga pula Brigadir Alviano Koraag mengeluarkan senpi yang bertujuan agar warga menghentikan aksi mereka. Tapi saat itu terjadi saling rampas antara Brigadir Alviano Koraag dan warga yang ada dalam lokasi,” lanjut Aruan.

Atas insiden tersebut korban mengalami luka di bagian kepala. Kemudian kejadian tersebut langsung ditindaklanjuti Satrekrim Polresta. “Setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan, kami menetapkan dua tersangka berinisial DJ dan HP, yang merupakan warga Pineleng,” ungkapnya.

Mereka akan dikenakan pasal 214 ayat 1 dan ayat 2. “Yaitu mengenai perlawanan terhadap petugas. Yang akan dijerat hukuman selama 8 tahun penjara,” tutur Aruan. Saat ini polisi masih mengembangkan kasus tersebut. “Kemungkinan besar akan ada lagi tersangka yang akan kami amankan,” tegasnya.(gnr)

Kirim Komentar