10 Sep 2019 13:22

Pembakar Lahan Diancam 15 Tahun Penjara

MyPassion

MANADO—Kasus kebakaran lahan kembali terjadi di Kota Manado. Kali ini terjadi di Jalan Lengkong Wuaya, Liwas, Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Senin (9/9) kemarin.

Penuturan saksi, dia melihat api membakar lahan. Langsung menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Manado untuk memadamkan api. “Warga di sekitar was-was. Karena lahan terbakar dekat dengan pemukiman penduduk,” ujar saksi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, Dinas Damkar Manado Herry Contra mengatakan, api yang membakar lahan sudah berhasil dipadamkan petugas Damkar di Liwas. “Kami juga belum tahu penyebab api yang membakar lahan,” ujarnya.

Menurut dia, sesuai data, wilayah Kecamatan Paal Dua, Wanea, Mapanget dan Malalayang sering terjadi kebakaran hutan dan lahan. “Kami berharap masyarakat tidak membakar lahan dan sampah. Karena dampaknya akan berakibat fatal. Karena bisa membakar rumah yang di sekitar,” ujarnya.

Dia juga meminta masyarakat agar segera menghubungi petugas Damkar jika melihat api. Walaupun masih gejala, karena lebih baik kita mencegah. ”Masyarakat bisa telepon di Manado Siaga 112. Karena kami melayani laporan 24 jam,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Damkar Manado M Sofyan meminta warga tidak membakar lahan dan hutan. Karena sanksi akan pidana bila terbukti. “Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Pasal 78 ayat (3) menyebut, pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar,” sebutnya.

Dia meminta masyarakat tidak membakar sampah sembarangan. Sebab ada beberapa kasus karena membakar sampah tidak dijaga akibatnya rumah ludes terbakar. (ite/gel)

Kirim Komentar