09 Sep 2019 09:13

Ekonomi Terancam, Perkuat Pertanian dan Pengolahan

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM—Bank Dunia memprediksikan jika Ekonomi Indonesia akan  mengalami perlambatan. Jika Sulut tidak melakukan langkah antisipasi, diprediksi juga kena imbas. Pemerintah Provinsi (Pemprov) dinilai harus menyeriusi sektor pertanian yang selama ini menjadi penopang terbesar ekonomi Sulut. Hal ini dikatakan oleh sejumlah ekonom.

 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Ateng Hartono mengatakan jika  melihat ekonomi regional maka minimal tiga faktor yang perlu diperhatikan.

Mulai dari domestik Sulut demand, Eksternal demand atau ekspor baik antar wilayah maupun luar negeri juga investasi atau pembentukan modal. Menurutnya, jika hanya mengandalkan permintaan lokal, maka ekonomi hanya bergantung pada permintaan masyarakat dan pemerintah.

Dia pun menekankan tantangan terbesar Sulut saat ini adalah terkait harga komoditi yang berfluktuasi. Atau tidak menentu. Sehingga perlu adanya perhatian dari semua pihak. “Komoditas adalah hal yang paling penting. Karena sampai saat ini masyarakat Sulut sebagian besar masih sebagai petani,” katanya.

Namun, Hartono pun menekankan selain investasi perlu juga disertai investasi peluang usaha seperti industri, pariwisata, yang bisa menumbuhkan startup dan lain-lain.  Dia pun berharap kedepannya ekspor terus dipacu. Diperlukan pula upaya merealisasikan sentral industri seperti KEK.  "Selain itu, perlu didorong heterogenitas komoditi ekspor,” imbaunya.

12
Kirim Komentar