30 Agu 2019 09:19
Sambangi Kantor Sinode GMIM

26 Mahasiswi Berjilbab UNIDA Belajar Pluralisme di Sulut

MyPassion
Mahasiswi Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Kediri, ketika mengunjungi Kantor Sinode GMIM, Tomohon, pada Selasa (27/8).

Mahasiswi Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Kediri, dari Fakultas Jurusan Agama mengunjungi Kantor Sinode GMIM di Tomohon, Selasa (27/8), lalu. Banyak yang mereka pelajari. Salah satunya pluralisme yang ada di Sulawesi Utara (Sulut).

 

Laporan: Riedel Palar, Tomohon

 

KE-26 mahasiswi ini terlihat tersenyum lebar. Ketika menginjakkan kaki di Kantor Sinode GMIM. Mereka tampak menggunakan jilbab warna navy. Serasi dengan gamis merah maroon yang mereka kenakan.

Tak terlihat rasa risih. Apalagi sambutan dari pihak Sinode GMIM sangat hangat. Membuat pertemuan selama dua jam ini tersebut berlangsung cair.

“Mereka datang ke kantor sinode GMIM dalam pembelajaran akademik, riset, lintas budaya, dan agama,” ungkap Ketua Sinode GMIM Pdt Dr Hein Arina. Namun diakui Arina, pihaknya juga banyak belajar dari rombongan mahasiswa ini. “Jadi serupa simbiosis mutualisme. Kami juga ikut belajar dari mereka,” tambahnya.

Kedatangan 26 mahasiswa UNIDA ini melakukan riset terkait bagaimana tata kelola UKIT dan gereja menjalankan tugas-tugas pembangunan spiritual, serta hubungan-hubungan bermasyarakat.

Sekretaris Sinode GMIM Pdt Evert Andri Alfonsius Tangel STh MPdK menjelaskan, para mahasiswi ini selama sehari di Kantor Sinode GMIM. "Untuk materi yang kami sampaikan bagaimana orientasi GMIM terstruktur. Termasuk sejarah GMIM, "terangnya.

Selain itu juga dalam tatap muka ini kami mendiskusikan ajaran-ajaran agama kekristenan dan bagaimana GMIM memahami pluralitas beragama. Karena GMIM tidak pernah membedakan agama satu dengan yang lain.

Tangel menambahkan dalam diskusi ini juga mereka memaparkan kehidupan berjemaat. “Kami mengajarkan kerukunan beragama dan toleransi dalam bermasyarakat,” sebutnya.

Dia mengakui, setiap tahun selalu ada rombongan mahasiswa yang mengunjungi Sinode GMIM. "Harapan kami, dengan riset mereka tentang ajaran GMIM, mereka dapat menyebarluaskan ajaran kekristenan dalam tatanan berbangsa bernegara. Kemudian toleransi yang tinggi,” tandasnya.(***)

Kirim Komentar