27 Agu 2019 09:42

Maesa New York Lestarikan Budaya Sulut di AS

MyPassion
PARA panitia HUT ke-40 Maesa America yang terdiri dari anak muda.

DI awali pertemuan sederhana beberapa pemuda Sulawesi Utara yang tinggal di Kota New York, Amerika Serikat (AS) pada tahun 1979 tercetuslah ide pembentukan organisasi Maesa America New York. Organisasi ini dibentuk dengan tujuan tetap mempertahankan budaya Bumi Nyiur Melambai di negeri Paman Sam.

Sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan tertua di Amerika Serikat, keberadaan Maesa America New York cukuplah diperhitungkan di mata masyarakat. Baik dalam maupun luar negeri. Banyak prestasi serta pencapaian. Baik dalam bidang kesenian maupun olahraga.

“Beberapa kali kami menjuarai kegiatan dan lomba-lomba yang diselenggarakan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York serta beberapa kegiatan lainnya,” ujar Ketua Organisasi Maesa America New York, Jeffry Malonda.

Momentum pelaksanaan hari ulang tahun ke-40 Maesa America di tahun 2019 ini adalah merupakan salah satu langkah tetap melestarikan budaya Sulawesi Utara. Tambah Jeffry, kegiatan perayaan HUT Maesa America diadakan 5 tahun sekali. Tahun ini pengurus memilih para generasi muda sebagai pelaksana kegiatan.

Dengan mengambil tema ‘From Nyiur Melambai To The States’, panitia pelaksana yang diketuai Olivia Wangkay bermaksud membangkitkan kembali kecintaan akan budaya Sulawesi Utara. Kepada generasi muda Maesa America yang sebagian besar terlahir dan bertumbuh dengan budaya Amerika Serikat.

Panitia pelaksana yang juga dikenal dengan nama Muda Mudi Maesa, berkerinduan budaya Sulawesi Utara tetap diingat dan tidak dilupakan anak muda di Amerika Serikat. “Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan memperkenalkan dan melestarikannya?” tambah Olivia yang juga adalah lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Sam Ratulangi Manado.

Perayaan HUT Maesa America New York rencananya akan dilaksanakan Minggu, 1 September 2019. Bertempat di St Vartan Armenian Cathedral (630 2nd Ave, New York, NY) yang terletak di jantung kota New York City.

Kegiatan ini mendapat banyak sekali dukungan serta support dari berbagai pihak baik yang ada di dalam maupun luar negeri. Diantaranya, KJRI New York, Glory Diamonds Netherland, serta beberapa sponsor yang ada di Sulawesi Utara diantaranya Pihak Krisma Kain Bentenan Sulut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Kabupaten Minahasa, Universitas Sam Ratulangi Manado, DPRD Provinsi Sulut, Keluarga Ganda Davega serta sponsor-sponsor lainnya.

Dalam perayaan ini pula rencananya salah satu produsen kain terbaik di Sulawesi Utara, Krisma Kain Bentenan Sulut pimpinan Marlyna Markadi Kotambunan akan mengutus salah satu designer ternama Sulut, Terry Solangs. Untuk ikut mempertunjukkan busana rancangannya.

Bukan hanya itu saja, Tim Kesenian Ikatan Waraney Wulan Minahasa (IWWM) yang diketuai Johanna Karlina Roring akan ikut memeriahkan acara dengan menampilkan beberapa pertunjukan tarian khas Minahasa.

Sebagai informasi, 31 Agustus 2019 Provinsi Sulawesi Utara diminta secara resmi pihak Konsulat Jendral Republik Indonesia New York ikut berpartisipasi dalam kegiatan Indonesian Street Festival (ISF). Akan diadakan di halaman Kantor KJRI New York.

Kegiatan ISF ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan KJRI New York yang  sudah menjadi iven internasional. Karena telah terdaftar dalam kalender tahunan Kota New York. Iven ini biasanya dihadiri lebih dari 5.000-8.000 pengunjung. Berasal dari berbagai negara bagian bahkan luar negeri.

Di dalamnya, para pengunjung dapat menikmati makanan tradisional nusantara sambil menikmati pertunjukan seni dan budaya Indonesia. Pada kesempatan tahun ini Provinsi Sulawesi Utara melalui Pemkab Minahasa mengutus Tim Kesenian IWWM untuk ikut tampil dalam panggung pertunjukan ISF.(*)

Kirim Komentar