24 Agu 2019 09:07

Prostitusi Berkembang di Era Digital, Kebanyakan Korban Masih ABG

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Lingkaran prostitusi online di Sulawesi Utara merambah ‘bibir Manado’. Makin memiriskan, praktik esek-esek digital ini melibatkan anak baru gede (ABG). Akibatnya bisa fatal. Masa depan generasi muda daerah ini bakal suram jika kasus ini tak ditangani sejak dini.

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Tomohon sedang menangani anak perempuan korban prostitusi online. Yaitu BP, baru berusia 13 tahun.

“Kami sedang melakukan pendampingan kepada anak ini agar dia tidak merasa akan tergeneralisasi dari lingkungannya,” ungkap Ketua LPA Tomohon Joice Worotikan, Jumat (23/8) kemarin saat diwawancarai Manado Post.

Pengakuan BP kepada tim LPA, ia melakukan prostitusi online karena faktor ekonomi dan gaya hidup. “Dia anak kelima dari delapan bersaudara. Keadaan ekonomi orangtua yang pas-pasan membuat dia memilih jalur ini. Saat saya tanya apakah sering melakukan hal tersebut? jawabnya ternyata tidak. Dia melakukannya hanya jika sudah tidak punya uang saja,” beber Joice.

Sampai saat ini LPA terus melakukan bimbingan dan pendekatan persuasif. Agar anak tersebut lebih terbuka. Sehingga gerbong prostitusi online ini akan dapat dibongkar, untuk mencari tahu siapa saja yang terlibat.

“Menurut keterangannya, dia mempunyai bos (oknum) perempuan. Dan sampai sekarang kami beserta pihak kepolisian sendiri sedang mencari germo tersebut,” tutup Joice, yang juga aktivis perlindungan perempuan dan anak di Sulut.

Diketahui, BP yang notabene anak di bawah umur tak sendirian masuk dalam lingkaran prostitusi online. 5 Juli 2019 lalu, Polres Tomohon juga mengamankan ST yang berusia 14 tahun. Sebelumnya juga ada dua perempuan diamankan. Pertama Berinisial DP (17), warga Wanea, Kota Manado, dan DL (20), warga Tombariri, Minahasa.(ctr-01/gnr)

12
Kirim Komentar