23 Agu 2019 11:13

Pencabulan Dominasi Kasus Anak

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM—Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur masih marak di Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Ini sesuai data di Dinas pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak Minut.

 

Tiga tahun terakhir ada 16 kasus yang terjadi khusus anak di bawah umur. Didominasi oleh pencabulan. Kabid Pemenuhan dan Perlindungan Anak Myske Koloay SH. “Data hanya berdasarkan laporan yang masuk di kami. Karena ada korban langsung melaporkan kasusnya kepada pihak kepolisian," ujarnya.

Lanjutnya, pihaknya telah menyediakan berbagai ahli yang siap bekerja. Baik untuk mencegah maupun mengobati. Termasuk bekerja sama dengan tim yang didalamnya ada kepolisian, kejaksaan, anggota dewan hingga para tokoh agama.

“Untuk menekan angka kekerasan, kami terus berupaya. Baik lewat pelaksanaan sosialisasi di sekolah-sekolah, maupun bentuk imbauan kepada setiap tokoh agama. Bahkan tokoh masyarakat agar hal ini dapat diperhatikan," tuturnya.

Katanya juga, orangtua sebetulnya mempunyai tanggung jawab agar terus meningkatkan ketakwaan dan perlindungan terhadap keluarga, terutama anak.

"Semua anak tentu butuh perhatian dan sudah menjadi suatu kewajiban bagi orangtua untuk memberikan perhatian lebih. Jangan komunikasi saja sudah tidak jalan," ujarnya.

Tambah Keloay, perhatian secara khusus bagi setiap anggota keluarga memang penting untuk dilakukan. Sehingga pengontrolannya pun menjadi lebih mudah.

"Saya mengimbau masyarakat harus lebih hati-hati karena dalam kasus ini kebanyakan yang menjadi tersangka adalah kerabat dekat. Untuk itu harus lebih waspada," pungkasnya.

Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah (BPMW) Tatelu Pdt Fristy Arthur Kelung MTh mengatakan, melihat tren kasus pidana ini tentu perlu diseriusi berbagai pihak, termasuk gereja.

"Seharusnya gereja berpartisipasi menekan setiap kasus kriminal, termasuk kasus yang terkait kasus kekerasan terhadap anak. Peningkatan pelayanan lewat terus mengingatkan melalui setiap kesempatan yang ada, merupakan salah satu solusi," ungkapnya.

Lanjutnya selain mengingatkan, peningkatan kegiatan positif bagi anak hingga pemuda dianggap bisa meminimalisir kasus yang ada. "Selain itu, peran keluarga penting. Karena keluarga harus paling tahu situasi dan keadaan anggota keluarganya. Apalagi jika di bawah umur," pungkasnya.(cw-04/gel)

Kirim Komentar