23 Agu 2019 11:15
Lakalantas Alami Kenaikan

388 Ancaman Pidana `Teror` Warga

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM—Angka pelanggaran hukum di wilayah hukum Polres Minahasa selama semester I 2019, berjumlah 388 kasus ancaman tindak pidana. Dengan rincian triwulan I berjumlah 222 kasus. Sedangkan triwulan II 162 kasus.

 

Sementara untuk lakalantas terjadi peningkatan antara triwulan I dan II. Jika triwulan I ada 29 kasus. Triwulan selanjutnya ada 31 peristiwa. Hal itu diungkapkan Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang, melalui Kabag Ops Kompol Yuriko Fernanda, Kamis (22/8) kemarin.

Dari jumlah itu, penyebab terbanyak kriminalitas dan lakalantas, akibat dipengaruhi minuman keras (miras). "Paling banyak kriminalitas ini didasari oleh pengaruh miras. Untuk itu tim dari satresnarkoba beserta reskrim terus melakukan razia dan patroli keamanan di wilayah hukum kami,” jelas Yuriko.

“Kami akan terus melakukan berbagai upaya dengan program-program untuk terus menekan angka Kriminalitas, Lakalantas dan Pelanggaran Lalu Lintas di Polres Minahasa,” tegasnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Minahasa AKP Muhammad Fadli menyatakan, waktu rawan terjadi kriminalitas di Minahasa adalah pukul 18.00 sampai 24.00 WITA dengan lokasi yang paling banyak terjadi di pemukiman dan jalan raya.

"Kami pun setiap harinya berkoordinasi dengan Polsek-Polsek yang ada serta bhabinsa guna mengantisipasi terjadinya kriminalitas yang bisa mengganggu keamanan masyarakat," tuturnya.

Dirinya pun berharap agar masyarakat beserta pemerintah dapat bersama-sama terus saling mengingatkan agar terus berperilaku baik dengan tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum.

“Karena tindakan kriminal tak hanya merugikan diri sendiri, akan tetapi juga orang tua, keluarga, serta kerabat-kerabat terdekat. Untuk itu mari sama-sama ciptakan Minahasa yang aman dan damai,” ujar Fadli.

Di sisi lain, Kasat Lantas Polres Minahasa AKP Andrew Kilapong mengungkapkan, saat ini pihaknya terus melakukan razia di beberapa titik.

“Setiap pengendara terus imbau akan pentingnya keselamatan dalam berkendara. Kami memfokuskan razia kepada pengendara yang tidak mengenakan safety ridding. Karena kebanyakan korban lakalantas akibat motor tak siap jalan, tidak memakai helm, serta dipengaruhi minuman keras," pungkas Kilapong.(cw-02/gnr)

Kirim Komentar