20 Agu 2019 09:30

Terombang-Ambing 1 Bulan 10 Hari, Nelayan Talaud Saksikan Teman Meninggal di Kapal

MyPassion
Dua warga Kabupaten Talaud yang sebelumnya terombang-ambing di laut selama 1 bulan 10 hari, tiba di Manado dan dijemput langsung Pemprov Sulut, kemarin.

Dua warga negara Indonesia asal Sulawesi Utara (Sulut) yakni Marfrenly Sampul dan Altin Awawangi yang sempat terombang-ambing di laut selama 1 bulan 10 hari, akibat kapal boat yang ditumpanginya kehabisan bahan bakar, Senin (19/8) kemarin, sampai di daerah.

Laporan: Balladewa Setlight, Manado

Suasana haru terlihat di Bandara Sam Ratulangi Manado, saat dua warga Kabupaten Kepulauan Talaud, Altin Alawangi dan Marfrenly Sampul, tiba dan dijemput secara resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Senin (19/8).

Altin Alawangi dan Marfrenly Sampul, adalah warga Kabupaten Kepulauan Talaud. Alawangi dan Sampul sempat terombang-ambing selama 1 bulan 10 hari di laut, hingga terdampar di Provinsi Britania Baru Papua Nugini.

Keduanya ditemukan nelayan, lalu mendorong kapal boat hingga ke Pulau Rabaul, Papua Nugini 6 Agustus lalu. Kapal boat tersebut bermuatan enam orang.

Selain Alawangi dan Sampul, dua orang lainnya meninggal di atas kapal dan sudah dimakamkan di laut. Sementara dua penumpang warga negara Filipina telah kembali ke negaranya.

Sambil menunggu proses kepulangan ke Sulut, Alawangi dan Sampul sempat tinggal di penampungan KBRI Papua Nugini di Port Moresby setelah diterbangkan dari Pulau Rabaul pada 15 Agustus.

Selanjutnya Alawangi dan Sampul diterbangkan ke Vanimo pada 18 Agustus. Dari Vanimo, keduanya dibawa oleh KRI Vanimo ke Jayapura 19 Agustus, kemarin, sebelum diterbangkan ke Sulut.

Menariknya, informasi ditemukannya Alawangi dan Sampul itu dilaporkan seorang jurnalis asal Sulut melalui Dubes RI untuk Serbia dan Montenegro Harry Kandouw, mengenai adanya kapal boat berpenumpang enam orang yang hilang sejak berangkat 28 Juni dari Pulau Marore, Sangihe menuju Talaud.

Laporan itu langsung ditindaklanjuti Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri berkoordinasi dengan KBRI Papua Nugini setelah mengetahui kedua korban berada di Papua Nugini.

Kedatangan keduanya di Ruang VIP Bandara Sam Ratulangi Manado diterima secara resmi Pemprov Sulut melalui Kaban Kesbangpol Sulut Meiki Onibala dan Kepala Biro Pemerintahan Jemmy Kumendong dari Fungsional Diplomat Utama Kementerian Luar Negeri yang juga Dubes RI untuk Serbia dan Montenegro Harry Kandouw.

Setelah itu, Kaban Kesbangpol Sulut menyerahkan Alawangi dan Sampul kepada Asisten Pemerintahan dan Kesra yang juga Kaban Kesbangpol Talaud Daud Malensang, sebelum keduanya berangkat ke kampung halamannya di Talaud pada Selasa (20/8) hari ini.(***)

Kirim Komentar