19 Agu 2019 09:25

Waspada! Karangetang Bergemuruh, Muntahkan Lava

MyPassion
Gunung Karangetang terus memuntahkan lava, terpantau Minggu (18/8) pukul 22.25 WITA, masih terjadi guguran lava dari puncak kawah utama ke arah barat ke Kali Sense dan Nanitu, Kepulauan Sitaro. (DOK PVMBG)

MANADOPOSTONLINE.COMErupsi Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, terus berlanjut. Sejak kembali bergejolak 16 Juli silam, hingga saat ini Karangetang masih memuntahkan lava secara fluktuatif.

Seperti yang terpantau PVMBG dalam periode pengamatan, Minggu (18/8) antara pukul 00.00 hingga 6.00 WITA, teramati guguran lava ke arah Kali Sense, Nanitu dan Pangi, disertai suara gemuruh.

Koordinator Pos Pengamatan Gunung Karangetang Didi Wahyudi mengatakan, sejak 00.00-06.00 WITA, visual gunung terlihat jelas. “Asap kawah bertekanan lemah, juga teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, dengan tinggi 200 meter di atas puncak kawah," tuturnya.

"Guguran lava dari puncak kawah utama, saat ini sering terjadi ke arah Kali Nanitu dan kali Pangi dengan jarak luncuran 1000-1500 meter dari puncak, serta ke arah Kali Sense dengan jarak luncuran 1000-1750 meter dari puncak," ujarnya.

Ia menambahkan, leleran lava juga telah terjadi ke arah Barat Kali Pangi dengan jarak luncur 1400 meter. "Sedangkan pada kawah dua adanya peningkatan hembusan asap.Pasalnya teramati hembusan asap berwarna putih kelabu tebal, dengan tinggi 200-300 meter dari puncak kawah, serta sering terdengar suara gemuruh lemah hingga kuat," jelasnya.

Sementara itu dalam periode pengamatan, Minggu (18/8), pukul 6.00-12.00, belum terekam adanya perubahan signifikan. "Pada kawah satu masih teramati asap berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 200 meter di atas puncak. Sedangkan pada kawah II teramati hembusan asap putih kelabu dengan tinggi 200-300 meter dari puncak. Guguran lava juga masih terjadi ke arah Kali Nanitu dan kali Pangi dengan jarak luncuran 1000-1500 meter dari puncak, serta ke arah Kali Sense dengan jarak luncuran 1000-1750 meter dari puncak. Hingga saat ini status Karangetang masih pada level III (Siaga)," ujar Aditya Gurasali, salah satu petugas pos pengamat gunung api Karangetang.

Terpisah Plt Kepala BPBD Sitaro Ch Bob Wuaten mengatakan, dari rekomendasi PGA, masyarakat maupun wisatawan diminta tidak melakukan pendakian dan beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya.

"Yaitu radius 2.5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan), serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat Laut-Utara sejauh 4 km, yaitu wilayah yang berada di antara Kali Batuare dan Kali Saboang," jelasnya.

"Masyarakat yang bermukim disekitar Gunung Karangetang, juga dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu,” ucapnya.

Wuaten menambahkan, bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari puncak Karangetang juga diminta agar meningkatkan kesiapsiagaan. "Sebab sangat berpotensi terjadi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai," kuncinya.(don/gnr)

Kirim Komentar