19 Agu 2019 08:39

Aspirasi Rakyat Meledak, Roland Roeroe Harapan Baru

MyPassion
Gerakan spontanitas semua elemen masyarakat Kota Tomohon mendukung pencalonan Roland Roeroe, di Kanzo Cafe, Kelurahan Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara, Jumat (16/8), pekan lalu. (Inzert: Roland Roeroe)

MANADOPOSTONLINE.COM- Meledak. Aspirasi rakyat mendukung Pnt dr Roland Roeroe maju pemilihan wali kota (Pilwako) Tomohon,  2020 tak terhindarkan. Gerakan spontanitas ini tercetus saat Forum Group Discussion semua elemen masyarakat Kota Tomohon di Kanzo Cafe, Kelurahan Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara, Jumat (16/8), pekan lalu.

Pantauan harian ini, suasana diskusi awalnya hanya sharing tentang potensi Kota Tomohon. Dr Roeroe pun membeber terkait potensi dan konsep membangun Kota Tomohon baik pariwisata, pendidikan, pertanian. Terkait pariwisata, Ketua Bidang OKK Jaringan Pengusaha Nasional ini, ingin membangun desa wisata sesuai potensi di 44 Kelurahan dan 5 Kecamatan.

"Tomohon ini ibarat kota namun nuansa pedesaan sangat kuat. Sehingga perlu diperhatikan potensi desa wisata untuk mendorong perekonomian rakyat," beber pria yang lama berkecimpung di organisasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Tapi, tegas Koordinator P/KB GMIM Rayon Tomohon ini, pembangunan pariwisata harus memperhatikan budaya dan kearifan lokal.

Selain itu, tetap pertahankan identitas Tomohon sebagai kota relijius. "Jangan ada pembangunan obyek wisata yang bertentangan dengan nilai agama dan adat yang sudah diwariskan turun-temurun," sambung kerabat dekat Ketua Sinode terlama 25 tahun Pdt Prof Welly Absalom Roeroe ini.

Pun soal pertanian, konsep ribuan cold storage (penyimpanan dingin, red) yang sudah diterapkan di PT BPD MA Group, perusahaan yang dipimpin dr Roeroe, di sejumlah kabupaten/kota se Indonesia, dapat diterapkan di Tomohon. ''Petani butuh banyak cold storage atau kulkas besar sehingga kualitas dan harga produk pertanian tetap terjaga," urainya.

Terkait pendidikan, alumni Fakultas Kedokteran Unsrat Manado ini, ingin perbanyak beasiswa yang menjangkau ribuan siswa. Khususnya yang berasal dari perusahaan lewat Corporate Social Responsibility (CSR).

"Beasiswa jangan hanya andalkan APBD, perusahaan wajib berikan kontribusi untuk menjadikan siswa Tomohon hebat dan pintar," sambung mantan Guru Sekolah Minggu (GSM) GMIM Getsemani Sakobar ini.

12
Kirim Komentar