15 Agu 2019 13:46

Uka Handicraf Bahan Lokal Selera Internasional

MyPassion
Hasil kreatifitas Uka Handicraf telah dikenal masyarakat luas dengan mempromosikan budaya Minahasa.

MANADOPOSTONLINE.COM— Di tengah pergumulan terkait harga kopra Sulut anjlok, ternyata kreasi berbahan baku batok kelapa lokal dengan memiliki kualitas internasional. Dimana jenis kreatifitas yang dituangkan menjadi souvenir, alat makan, bahkan hiasan ruangan asli tanah Minahasa telah meyebar ke pelosok negeri hingga mancanegara. Ratusan model kreatifitas berbahan batok kelapa telah diciptakan.

 

Dalam satu presentasi pengembangan kapasitas usaha yang diadakan PNM Cabang Manado, Uka Handicraf yang dijelaskan langsung owner pasangan Mikael Tampi dan Junisa Paputungan bagaimana perjalanan mereka menggeluti usaha yang sudah berjalan 17 tahun ini.

“Komitmen kami untuk membuat kerajinan khas Minahasa, dengan berbahan baku lokal berkualitas internasional. Kami sudah mendapat tawaran kerja sama dengan beberapa pelaku usaha souvenir untuk berkolaborasi,” jelas Junisa.

Dua pasangan suami istri ini tengah merampungkan produk terbarunya. “Sekarang kmi telah membuat wadah aromateraphy yang sudah mulai digunakan oleh perwakilan Sulut sebagai cinderamata ketika berkunjung ke luar negeri, pesanan terakhir yakni ada ratusan buah untuk di bawa ke Jepang,” jelasnya.

Komitmen bersama ini juga sangat cocok dengan situasi sekarang ini. “Dimana gaung untuk mengurangi sampah plastik sangat kena dengan usaha ini. Dimana mulai banyak pesanan alat minum dari batok kelapa karena pelarangan menggunakan air minum kemasan plastik sekali pakai,” lanjut lulusan Sekolah Menengah Industri Kerajinan ini.

Akhir-akhir ini, produk mulai diterima masyarakat. “Diperkuat dengan program pemerintah mendorong agar usaha seperti ini sebagai langkah alternatif di tengah turunnya harga kopra. Sehingga harapan kami tentunya akan lebih banyak lagi usaha seperti ini guna membantu kesejahteraan petani,” harapnya(wam)

Kirim Komentar