15 Agu 2019 09:24

Kongres V: Pancasila Kekuatan dalam Tri Karsa

MyPassion
Hasto Kristiyanto

MANADOPOSTONLINE.COM—Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah selesai menyelenggarakan Kongres ke-V. Hasil kongres itu Megawati Soekarnoputri kembali terpilih secara aklamasi menjadi ketua umum.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan di kongres tersebut dihasilkan Pancasila sebagai kekuatan penting dalam ‘Tri Karsa’.

Pertama Pancasila sebagai pedoman kehidupan, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kedua, Pancasila sebagai pedoman perencanaan pembangunan di segala bidang kehidupan. Baik di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan, maupun bidang lingkungan hidup dalam politik legislasi, politik anggaran, dan politik pengawasan.

Kemudian ketiga adalah,‎ Pancasila yang hidup dan menghidupi rakyat dalam lima bidang prioritas yakni bidang sandang pangan papan, pendidikan, tenaga kerja dan jaminan sosial, infrastuktur dan lingkungan hidup, agama, kepercayaan, mental spiritual dan kebudayaan.

“Kongres V PDIP menekankan pentingnya Pancasila sebagai kekuatan jiwa bangsa yang dijabarkan dalam Tri Karsa,” ujar Hasto kepada wartawan, Senin (12/8).

‎Menurut Hasto, di kongres tersebut semangat berkebudayaan Indonesia diangkat secara khusus. Sebab kesejatian politik terletak pada wajah kebudayaan. Dalam wajah kebudayaan ini, politik menempatkan perjuangan kemanusiaan sebagai hal yang hakiki. Seperti masyarakat adil dan makmur, bebas dari penjajahan, termasuk di ranah ekonomi, merupakan wujud dari nilai kemanusiaan.

“Demikian halnya hidup rukun, toleran, kedisiplinan, kesetaraan warga negara, merupakan cermin dari penghormatan nilai kemanusiaan,” katanya. Sehingga, PDIP menempatkan kebudayaan sebagai esensi pokok nasionalisme yang berkepribadian Indonesia. Menurutnya, Indonesia harus berbangga dengan warisan kebudayaan nusantara yang begitu berwarna, indah, penuh daya cipta, rasa, dan karsa.

Hasto mengatakan, lihatlah dari aspek yang sederhana, keanekaragaman makanan nusantara dengan bumbu-bumbuan yang beraneka cita rasa, terlengkap di dunia. Ini adalah capaian kebudayaan yang seharusnya diangkat dan menjadi wajah politik Indonesia. “Maka esensi pokok Kongres V PDIP adalah Pancasila dalam seluruh ruang ekspresi kebudayaan Indonesia,” pungkasnya.‎(jpg)

Kirim Komentar