14 Agu 2019 09:23

Mengunjungi Museum Pemotret Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

MyPassion
Museum Mendur bersaudara yang ada di Kabupaten Minahasa saat dikunjungi harian ini, Selasa (13/8). (Lerby Tamuntan/MP)

Empat hari lagi peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Peristiwa paling bersejarah itu, mungkin tak bisa dinikmati generasi saat ini, jika tanpa dua sosok putra asal Sulawesi Utara; Alex Mendur dan Frans Mendur. Dua kakak beradik inilah yang berhasil memotret momen ketika Ir Soekarno-Muhammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan di Jakarta 17 Agustus 1945.

Laporan: Lerby Tamuntuan

NAMUN saat ini tampaknya, perjuangan Mendur bersaudara seakan luput dari catatan sejarah Indonesia. Hal itu terlihat saat wartawan koran ini mendatangi Museum Tugu Pers Mendur Bersaudara yang terletak di Kelurahan Talikuran Utara, Kecamatan Kawangkoan Utara, Kabupaten Minahasa. Saat memasuki halaman, terasa perjuangan jepretan-jepretan bersejarah dari kamera dua Mendur saat mengabadikan proklamasi seakan tak istimewa lagi.

Bangunan yang terbuat dari kayu berlantai dua tersebut terlihat mulai lapuk tak terurus. Padahal museum yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2013 itu, memiliki nilai sejarahnya tinggi. Mengingat didalamnya terdapat galeri foto-foto sejarah perjuangan dan hari H pelaksanaan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tahun 1945, serta dokumentasi sejarah Presiden Soekarno.

Lantai dua museum tergantung foto-foto yang begitu menarik hasil karya dua pewarta ini. Didinding samping kiri dan kanan bisa terlihat foto Soekarno dan Mohammad Hatta sesaat dan sesudah Proklamasi.

Alexius Mendur, lahir di Kawangkoan, 7 November 1907. Adalah seorang fotografer jurnalistik yang termasuk dalam kelompok yang mendirikan Indonesia Press Photo Service (IPPHOS) yang banyak menyumbangkan foto-foto terkenal selama Revolusi Nasional Indonesia. Frans Mendur juga lahir di Kawangkoan, Sulawesi Utara, 16 April 1913.

Pierre Charles Mendur, keponakan dari dua insan pers ini mengakui sejak diresmikan Presiden SBY pada 2013 lalu, hingga sekarang tak pernah ada perhatian dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Minahasa, bahkan kecamatan serta kelurahan setempat.

“Sejak diresmikan sebagai museum oleh Presiden SBY, tak pernah ada perhatian dari pemerintah. Kami sebagai keluarga tentu sangat berharap pemerintah turun melihat langsung museum ini dan menaruh perhatian lebih,” sebutnya ketika diwawancarai Manado Post, Selasa (13/8) kemarin.

Dirinya meminta ada rehabilitasi bangunan agar arsip nasional di sana tertata rapi. Diungkapkannya foto yang terpajang di lantai dua museum belum keseluruhan foto. Masih ada sekira 1 koper lebih foto yang belum dipajang.

"Jumlah keseluruhan foto atau dokumentasi kurang lebih ada sebanyak satu juta foto. Namun tak bisa dipajang semua karena bangunan yang tidak memungkinkan," ungkapnya.

Bahkan dari album foto yang sempat difoto copy terlihat sejarah perjalanan hidup keluarga Bung Karno. Dari foto Soekarno dalam kesehariannya bahkan foto-foto masa kecil anak-anaknya masih bisa didapati dimuseum ini. "Foto-foto yang di album sudah di foto copy.

Klisi aslinya masih kami simpan. Dari foto Megawati Soekarnopoetri dan Guntur Soekarnopoetra masih kecil masih ada foto aslinya," bebernya. Oleh sebab itu, menjelang HUT ke-73 Proklamasi, diharapkan mendiang Mendur bersaudara dapat diangkat kembali karya-karyanya dan diberikan perhatian khusus dari pemerintah.(***)

 

Kirim Komentar