13 Agu 2019 09:18

1.541 Perempuan di Sulut Terancam Menjanda

MyPassion

“Kami sendiri pun tidak menginginkan setiap pasangan bercerai. Karena itu kami menyediakan orang khusus untuk menjadi mediator siapa tahu para pasangan dapat menemukan jalan keluar lainnya selain bercerai,” jelas Barru.

Ditanya soal usia pasangan yang paling sering mengajukan cerai? Katanya untuk usia tidak menentu. Karena semua bervariasi. Ada yang masih mudah. Ada juga yang sudah puluhan tahun menjalani bahtera rumah tangga. “Mereka bervariasi. Ada yang usia pernikahan masih seumur jagung, ada juga yang sudah melewati asam manis kehidupan. Yah kembali lagi keputusan di tangan mereka,” paparnya.

Penyebab utama perceraian katanya hanya masalah sepele yang terus-menerus terjadi. Sehingga memicu sampai faktor-faktor yang tidak diinginkan dalam rumah tangga.

“Biasanya hanya cek-cok yang terus menerus sehingga terkadang menjurus ke kekerasan dalam rumah tangga atau memilih berselingkuh. Merasa sudah tidak cocok lagi. Alasan lain yaitu pernikahan usia dini dan faktor ekonomi,” tambahnya.

Di tempat berbeda, pihak PT Agama Manado menjelaskan, tahun 2017-2018 mereka sudah menyelesaikan sebanyak 4.723 kasus perceraian. “Tiap tahun selalu meningkat angka perceraian di sini,” jelas panitera muda hukum Drs Arisno Mertosono. Untuk 6 bulan terakhir tercatat ada 1.260 pengajuan yang sedang ditangani. “Ada yang sudah putusan ada yang masih proses persidangan,” jelasnya.

Mertosono pun mengungkapkan, perlunya pembinaan dari Kementerian Agama (Kemenag) untuk memberikan nasehat pernikahan yang mempunyai korelasi dengan agama. “Harusnya data ini juga diminta oleh Kemenag agar dapat memberikan pembinaan untuk seluruh wilayah di Sulut,” ungkapnya.

Dia berharap semoga tahun ini kasus perceraian bukan lagi menjadi yang paling teratas untuk kasus terbanyak di pengadilan. “Saya harap tahun ini tidak meningkat angka perceraian. Yah sesekali tidak menjadi pemegang teratas agenda sidang di pengadilan,” guyonnya.

Dia juga mencontohkan, tahun 2018 yang menjadi pemicu perceraian ada dua faktor. “Yaitu ditinggalkan salah satu pihak, serta perselisihan dan pertengkaran terus menerus,” beber Mertosono. “Dua faktor yang paling dominan itu selalu menjadi alasan utama mereka bercerai. “Persentasenya 85 persen rata-rata alasan itu. Tahun 2018 saja ada 1,272 alasan tersebut yang digunakan untuk pengajuan cerai,” tuturnya.

123
Kirim Komentar