13 Agu 2019 09:18

1.541 Perempuan di Sulut Terancam Menjanda

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Sulawesi Utara banyak lagi heboh dengan istilah unik pelakor (perampas laki orang) maupun pebinor (perampas bini orang). Fenomena itu diperkuat catatan cerai Januari-Juli 2019. Pengadilan Negeri Manado dan Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Manado mencatat, sudah 1.541 berkas pengajuan cerai sedang mengantre di kantor masing-masing.

 

Angka tersebut berpotensi bertambah. Karena tahun ini masih menyisakan lima bulan lagi. Di sisi lain, sesuai data PTA Manado, perkara yang diputus dalam dua tahun terakhir meningkat; Jika 2017 berjumlah 2.098.

Lalu 2018 naik menjadi 2.215 putusan. Jika ditotalkan, dalam dua tahun Sulut pernah mengoleksi 4.313 janda dan duda akibat bercerai. Salah satu penyebab perceraian menurut pengadilan akibat kehadiran orang ketiga.

Di sisi lain, menurut data PTA Manado, PA Kota Kotamobagu paling banyak mengeluarkan putusan pada 2018, yang mencapai 869. Di urutan kedua ada PA Manado dengan total putusan 733. Begitupun pada tahun 2017; total putusan cerai untuk Kotamobagu mencapai 851, lalu diikuti Manado dengan 501 putusan.

Menurut Juru Bicara Hakim PN Manado Imanuel Barru SH, kasus ini bukan masalah asing. “Kasus perceraian ini sudah sering terjadi. Dan pastinya tiap tahun akan selalu meningkat. Sehingga ini bukan kasus baru lagi buat kami,” ungkapnya saat diwawancarai Manado Post.

Pada tahun 2017-2018 saja tercatat sudah ada 4.288 berkas perceraian yang mereka urus. Namun ia menyebutkan, hakim pengadilan tetap mengupayakan agar kasus ini ditangani sebaik mungkin. Karena ini mengandung privasi dari setiap individu. “Yah kami menangani kasus ini semaksimal mungkin. Karena ini masalah yang sangat sensitif dan privasi sehingga diperlukan kehati-hatian dalam menanganinya,” sebutnya.

Setiap sidang perceraian katanya upaya pengadilan sebatas mengarahkan kedua belah pihak. Dan mereka memiliki orang khusus untuk menjadi mediator.

123
Kirim Komentar