12 Agu 2019 10:13

Anggaran Pendidikan Bakal Diaudit Rutin

MyPassion
Ilustrasi

MANADOOPOSTONLINE.COM—Anggaran pendidikan di Sulawesi Utara (Sulut) terbilang sangat besar. Alokasi baik dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut mencapai Rp 900-an miliar. Bukan hanya itu, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk SD, SMP dan SMA sederajat mencapai Rp 500 miliar.

 

Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut Grace Punuh mengatakan, pihaknya bakal melakukan audit dan evaluasi terhadap pengelolaan keuangan dari dana pendidikan.

Itu menurutnya, bakal meliputi semua bidang serta pemanfaatan dana BOS. Menurutnya, audit tersebut bakal dilakukan secara internal, agar mengetahui output dan outcome dari anggaran yang diberikan baik melalui APBD serta APBN.

"Iya dana BOS kita itu ada Rp 500 miliar. Jadi harusnya ada output dan outcome yang jelas. Namun kita harus tegaskan anggaran BOS itu paling banyak diterima kabupaten/kota dengan wewenang SD dan SMP. Kita saat ini, hanya akan melakukan audit terhadap wewenang kita, yakni SMA sederajat. Dan audit ini akan dibuat rutin. Jadi per triwulan diaudit. Kita akan mencari tahu bagaimana komitmen dari setiap kepala sekolah atas anggaran yang diberikan tersebut," tuturnya saat dikonfirmasi pekan lalu.

Dirinya mengatakan, secara tegas tidak akan mencairkan BOS tahap selanjutnya jika laporan pertanggungjawaban sebelumnya tidak dimasukkan. Bahkan menurut Punuh, akan ada sanksi bagi sekolah yang tidak memasukan laporan pertanggungjawaban.

"Tahun lalu dana BOS ini jadi temuan. Karena memang BPK sudah menguliti dana BOS ini. Jadi kita tidak mau lagi ada dana BOS yang jadi temuan. Hanya karena laporan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Karena itu, adit secara rutin ini bakal kita galakan," ujarnya.

Sementara itu, Direktur IPDN Sulawesi Selatan (Sulsel) yang juga mantan Wakil Gubernur Sulut Djouhari Kansil mengatakan, saat ini yang perlu dibenahi adalah kualitas tenaga pendidik. Menurutnya, masih banyak tenaga pendidik di Sulut yang melek teknologi. Padahal menurutnya, pengetahuan tentang teknologi dalam era perubahan globalisasi sangat penting untuk dikuasai tenaga pendidik dan menerapkan dalam setiap proses belajar mengajar.

"Di sekolah-sekolah itu banyak guru yang mengajar dengan gaya lama. Hanya menggunakan buku, lalu menerangkan semua kepada murid. Ini proses belajar mengajar yang lama. Harusnya menerapkan teknologi. Ya memang diakui, masih ada guru yang melek teknologi. Bahkan untuk urusan teknologi, masih siswa-siswi mereka yang lebih pandai. Apalagi jika siswa-siswi tersebut sudah duduk di bangku SMA dan SMK. Sangat disayangkan jika tenaga pendidik tidak mampu mengadaptasi perkembangan teknologi. Otomatis pendidikan kita bakal lagi tertinggal," imbuhnya.

Kansil sangat berharap, dengan berubahnya wewenang SMA dan SMK ke provinsi, maka diberikan anggaran yang lebih untuk perbaikan sektor pendidikan. Karena menurutnya, bukan hal mudah memperbaiki lagi sekolah yang notabenenya ada di 15 kabupaten/kota.

Namun dengan disiplin dan kerja keras. Maka kualitas pendidikan Sulut bisa kembali naik. Kansil juga mengatakan, jika evaluasi setiap kinerja dari tenaga pendidik harus dibuat rutin. Karena kualitas hasil dari pendidikan sudah perlu peningkatan. (ewa/can)

Kirim Komentar