10 Agu 2019 09:06

Kemarau dan Angin Kencang, Waspada Kebakaran

MyPassion

“Kami juga meminta di rumah disiapkan alat pemadam api ringan. Kalau tidak ada APAR bisa menyediakan karung basa di rumah. Jika terjadi percikan api bisa langsung ditutup dengan karung basa,” ujarnya. “Jika melihat percikan api kecil segera menghubungi call center emergency 112,” tandasnya.

Wilayah lain yang rawan bencana ada di Minahasa Selatan. Sejak akhir Juli memasuki Agustus, tingkat kebakaran meningkat. Penyebabnya adalah musim Kemarau yang disertai angin kencang. Berdasarkan laporan Bidang Pemadam Kebakaran Minsel, sepanjang tahun 2019 berjalan ini, sudah 20 kasus kebakaran dilaporkan.

Disampaikan Kabid Pemadam Kebakaran Minsel Frangky Tambengi, dari 10 kasus kebakaran yang terjadi kebanyakan dari wilayah Amurang Raya. “Paling banyak kasus kebakaran terjadi di akhir Juli sampai awal Agustus ini. Paling banyak kasus kebakaran lahan puluhan hektar. Dan terakhir Rabu lalu ada kebakaran sekolah di Teep," ungkapnya.

Tidak seperti tahun lalu, kebakaran tahun ini tidak sampai menelan korban jiwa. “Hanya saja, untuk kerugian materil sudah bisa sampai miliaran rupiah. Karena kebakaran merenggut 13 bangunan dan rumah, empat unit kendaraan roda dua dan satu unit kendaraan roda empat," tukas Tambengi.

Di Bitung, Januari-Agustus 2019 sudah 46 kebakaran. Bahkan selang 8 hari Agustus, sudah 8 kebakaran terjadi. 6 diantaranya kebakaran alang-alang yang berawal dari ulah masyarakat. Sementara untuk Kabupaten Minahasa, sejak Januari-Agustus ada 17 kali kasus. Di antaranya menimpa 15 bangunan dan 2 lahan.

Berdasarkan analisa BMKG, saat ini Sulut sedang berada di antara puncak musim kemarau. Kepala Seksi Observasi dan Infomasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung Ricky Daniel Aror mengatakan, awal musim kemarau sudah berlangsung sejak Mei hingga Juni silam.

“Saat ini pada Agustus untuk sebagian wilayah di Sulut, seperti Nusa Utara, dataran Minahasa, serta Bolang Mongondouw sedang memasuki puncak musim kemarau dan akan berlangsung hingga pertengahan September. Untuk kecepatan angin saat ini rata-rata berkisar 15 kt. Peluang hujan juga masih bisa terjadi namun tidak besar, dengan intensitas ringan," jelasnya

Lanjutnya seluruh daerah yang rawan akan kebakaran hutan dan kekeringan perlu meningkatkan kewaspadaan. “Perlu diingat juga bagi sebagian wilayah pasti akan mengalami kekeringan, sehingga perlu adanya langkah antisipasi,” kuncinya.(Tim MP/gnr)

12
Kirim Komentar