10 Agu 2019 09:06

Kemarau dan Angin Kencang, Waspada Kebakaran

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Musim kemarau sedang terjadi di sejumlah daerah. Persoalan tersebut memunculkan kekhawatiran bagi masyarakat Sulawesi Utara (Sulut). Pasalnya musim kemarau bisa memicu kebakaran.

 

Selain mengancam ladang yang mengering. Tiupan angin kencang yang berbarengan dengan kemarau, juga mengancam fasilitas kelistrikan, karena bisa menimbulkan kebakaran akibat korsleting.

Untuk Manado, diungkapkan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkot Manado M Sofyan, sejak Januari hingga awal Agustus, sudah 95 kali terjadi kebakaran.

“Kamis lalu, lima kali terjadi kebakaran alang-alang dalam satu hari, bahkan sampai Jumat (kemarin), bertambah menjadi 9 kali kebakaran alang-alang,” ujarnya saat dikonfirmasi, kemarin.

Dia meminta kerja sama para camat dan lurah serta kepala lingkungan, untuk mengimbau warga agar tidak melakukan pembakaran alang-alang atau kusu-kusu.

“Cuaca panas ditambah angin kencang, membuat api cepat sekali menjalar. Jangan sampai api menjalar hingga permukiman atau perumahan,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Herry Contra juga meminta warga agar tidak membakar sampah, apalagi sampai ditinggalkan begitu saja.

“Pembakaran sampah harus diawasi. Jika sudah selesai apinya harus disiram dengan air. Pastikan api mati. Jika api masih hidup rawan terjadi kebakaran,” ujarnya.

Dia juga mengimbau warga, jika meninggalkan rumah supaya memperhatikan alat kelistrikan dan kompor gas. Sebab kebanyakan kasus kebakaran rumah karena kelalaian manusia, akibat tidak mematikan kompor maupun pemakaian daya listrik berlebihan sehingga membuat korsleting.

12
Kirim Komentar