10 Agu 2019 07:30

Bitung Tuna Fest 2019 Spektakuler, Wali Kota: Untuk Percepatan Pariwisata dan Ekonomi

MyPassion
Wali Kota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban menyerahkan daging Tuna ke salah satu peserta Lomba Masak Ikan Nusantara di Bitung Tuna Fest 2019 di Taman Kesatuan Bangsa (TKB), Kelurahan Bitung Tengah, Kecamatan Matuari, kemarin (9/8). (foto: Swingly/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM—Pembukaan Bitung Tuna Fest 2019 spektakuler di Taman Kesatuan Bangsa (TKB), Kelurahan Bitung Tengah, Kecamatan Matuari, Jumat (9/8) kemarin.

Festival ini dibuka Wali Kota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban SE MSi, Kasubid Area Sulut Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Puri Prasetianingsih mewakili menteri, dan Sekretaris Kota (Sekkot) Bitung Dr Audy Pangemanan, dengan memukul sejumlah alat masak. Turut mendampingi Kapolres Bitung AKBP Stevanus Michael Tamuntuan SIK MSi, Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Kusnandar Hidayat, Kadis Pariwisata Bitung Pingkan Kapoh, dan perwakilan Polairut Sulut.

Dalam kesempatan itu, Lomban mengatakan, Bitung Tuna Fest bertujuan mendorong percepatan pariwisata dan ekonomi Bitung.

“Bitung Tuna Fest ini kita desain belum terlalu lama. Pertama dilaksanakan tahun kemarin. Karena masih baru, festival ini masih kita akan sempurnakan untuk tahun-tahun ke depan," ujar Lomban.

Lanjut Lomban, festival utama Kota Bitung yaitu Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL). "Tetapi, tidak mungkin semua acara akan dilaksanakan pada hari FPSL. Oleh sebab itu, setiap bulan kita mengadakan festival untuk menyambut FPSL. Tujuannya diadakan festival setiap bulan juga, agar ada wisatawan yang datang. Sehingga setiap bulan ada festival yang bisa kita sajikan kepada mereka (wisatawan, Red)," tuturnya.

Lanjut Lomban, wisatawan-wisatawan yang datang selain melihat Bitung yang indah, juga bisa menikmati festival yang diadakan. Dia pun berharap, Bitung Tuna Fest bisa memberi dampak positif bagi percepatan pariwisata dan ekonomi masyarakat.

"Lewat kegiatan festival tuna diharapkan dapat memberi dampak positif bagi kita, dalam membangkitkan ekonomi masyarakat maupun pariwisata di Sulawesi Utara, khususnya Bitung," tutupnya.

Di tempat yang sama, Kasubid Area Sulut Kemenpar Puri Prasetianingsih mengapresiasi dan mendukung gelaran Bitung Tuna Fest 2019.

“Saya dukung banget. Terus mudah-mudahan nanti, mungkin tempatnya akan lebih banyak selfie spot. Karena kalo ngak ada tempat selfie, biasanya anak milenial tidak mau makan. Itu juga sesuai anjuran menteri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bitung Pingkan Kapoh mengatakan, festival kali ini lebih baik semua aspek di bandingkan tahun sebelumnya. “Kalau tahun lalu hanya satu hari, sekarang sudah dua hari. Kemudian saat ini sudah lebih banyak kegiatan. Sekarang sudah ada live cooking dari chef, sudah banyak sponsor yang mendukung. Kemudian ada festival kulinernya, ada hiburannya. Ada juga lomba masak ikan masuk istana yang pesertanya sudah lebih banyak,” terangnya.

Diketahui, festival ini dibagi dalam empat zona. Ada zona panggung utama yang diberi nama “Tuna Sirip Biru”, zona kompetisi “Tuna Cakalang”, zona seni dan budaya “Tuna Albacora” dan zona kuliner “Tuna Mata Besar”. (ct-06/can)

Kirim Komentar