08 Agu 2019 08:42
15 Sektor Pendorong PE, Tidak Ada Pariwisata

Cengkih-Kelapa Kunci PE Sulut

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Utara terus mengalami perlambatan.  Supaya tidak terus menerus melambat, pemerintah harus  berjuang meningkatkan harga komoditi andalan Sulut yakni cengkih dan kelapa. Juga menseriusi sektor industri pengolahan perikanan dan pengolahan produk pertanian/perkebunan cengkih dan kelapa.  

 

Demikian solusi yang disampaikan sejumlah ekonom Sulut, terkait data Badan Pusat Statistik (BPS), terkait  PE Sulut yang melambat. Karena dari 15 sektor pendorong PE, tidak ada sumbangsi dari sektor pariwisata. Biar hanya 0,1%, pariwisata tidak membantu (baca grafis Manado Post edisi Rabu 7/8).

‘’Industri pengolahan harus diseriusi supaya bisa positif. Karena data BPS, sektor ini minus 0,45 persen. Juga jasa keuangan dan asuransi yaitu minus 0,32 persen. Ini yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi bergerak lambat,’’ kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara Arbonas Hutabarat.  

“Saya melihat juga pertumbuhan ekspor kita menurun. Pada seminar ikatan sarjana ekonomi indonesia (ISEI) sebelumnya saya sudah katakan kita perlu berorientasi pada industri yang dapat meningkatkan nilai tambah. Katakanlah dari kelapa, bisa menjadi apa berikutnya. Jangan hanya jadi kopra. Harus ada industri pengolahan kelapa,” ungkapnya, kemarin.

Lanjut Kepala BI, dari sektor perikanan, perlu pula diupayakan agar jangan hanya ikan yang dijual, tapi bagaimana produk turunan ikan yang sudah diolah.

“Bahkan sisik ikan itu, kalau di Singapura dijual dicampur pakai telur asin jadi makanan yang bernilai. Ini yang saya bilang, industri yang bersifat pengolahan itu yang perlu digenjot di Sulawesi Utara,” tukasnya.

Dengan cara ini menurut dia akan membantu meningkatkan statistik yang ada. “Kalau sudah dijadikan produk turunan tulang ikan pun bisa jadi pakan ternak. Kita akan bisa ekspor pakan malah. Disini saya tidak tahu ekspor pakan ada atau tidak. Jadi jangan jagung doang,” imbuhnya.

Dia menambahkan, sektor swasta perlu didorong untuk ini. Jangan hanya menunggu peran dari pemerintah daerah. “Pemerintah daerah batasnya adalah APBD, sektor swasta disini harus ikut masuk ke dalam industri pengolahan ini. Tidak perlu dengan modal yang besar. Standar menengah saja. Bahkan kombinasi saja sudah bisa meningkatkan ekspor kita nanti,” timpanya.

Triwulan III lanjut dia, diharapkan bisa didorong oleh kinerja sektor ekspor dan sektor konsumsi dengan banyaknya perayaan yang dilakukan. “Terdekat akan ada industri pengolahan perikanan nanti kan. Kita tunggu kinerja ekspor kita akan seperti apa,” pungkasnya.

123
Kirim Komentar