07 Agu 2019 09:02

PE Triwulan II Melambat, Pertanian Harus Diseriusi

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Pertumbuhan ekonomi (PE) Sulut perlu mendapat perhatian serius. Catatan BPS pada periode triwulan II selang 8 tahun terakhir, menunjukkan tren negatif. Setiap tahun PE Nyiur Melambai lebih sering mengalami perlambatan.

 

Pelambatan mulai terjadi sejak 2013. Sempat menanjak tahun 2015. Tapi turun lagi sejak 2016. Puncaknya pada triwulan II tahun ini yang tiba pada angka 5,48 persen . Kabar baiknya angka ini masih berada di atas angka nasional 5,05 persen secara year on year (YoY).

 

Kepala BPS Sulut Ateng Hartono mengatakan hal ini perlu mendapat perhatian dari pemerintah. “Pertanian kehutanan dan perikanan masih menjadi sektor utama penopang pertumbuhan ekonomi triwulan ini. Salah satunya dengan adanya panen di daerah,” ungkapnya saat jumpa pers di Kantor BPS Sulut, Senin (5/8).

Dia melanjutkan kondisi perlambatan ini dapat dicermati dari kondisi triwulan II 2017 dan triwulan II II 2018.  Ini terjadi karena adanya kontraksi yang terjadi di industri pengolahan sebesar -0,45 persen serta pada jasa keuangan dan asuransi yaitu sebesar -0,32 persen.

“Dari segi pertumbuhan kumulatif to kumulatif (c to c) sampai dengan triwulan II 2019 ini. Pada 2016 tumbuh 6,06 persen, 2017 6,09 persen dan 2018 sempat tinggi pada 6,18 tapi ini turun lagi menjadi 6,02 triwulan II tahun ini. Speednya harus dipercepat lagi agar bisa mendongkrak pertumbuhan yang lebih tinggi lagi. Ini indikasinya melambat dibandingkan tiga tahun yang lalu,” bebernya.

Kata dia secara year on year dari 2018 hingga triwulan II saat ini ada tiga lapangan usaha yang cukup tinggi mendongkrak pertumbuhan. “Yang pertama administrasi pemerintahan tumbuh11,48 persen, kedua jasa pendidikan pada 9,56 persen dan perdagangan pada tempat ketiga dengan 9,24 persen,” jelasnya.

Tumbuhnya administrasi pemerintahan tambah dia adalah didukung oleh beberapa faktor. Seperti mulai naiknya penyerapan anggaran. Ditambah gaji dan THR baik PNS, Polri dan Pensiunan. Itu yang mendorong pertumbuhan di lapangan usaha pemerintahan.

“Selain itu total belanja baik APBN dan APBD juga  tumbuh sekira 44,65 persen q to q nya dan tumbuh sekira 18,24 persen secara YoY nya. Total belanja modal APBN dan APBD juga naik sekira 50,81 persen q to q dan 5,21 persen YoY nya, itu yang mendorong pertumbuhan di sektor administrasi pemerintahan dan keuangan,” ungkapnya.

123
Kirim Komentar