07 Agu 2019 09:15

Jokowi Warning Pangdam-Kapolda

MyPassion
Joko Widodo

MANADOPOSTONLINE.COM—Peningkatan jumlah hotspot atau titik api di berbagai wilayah menjadi perhatian serius Presiden Joko Widodo. Kepala Negera meminta untuk dilaksanakan pemadaman demi menghindari bencana kebakaran hutan yang lebih luas.

 

Jokowi menambahkan, kepala daerah bersama aparat kepolisian dan TNI harus berkolaborasi dalam mengantisipasi bencana kebakaran hutan. "Api sekecil apapun segera padamkan," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin (6/8) dilansir dari Jawa Pos (grup Manado Post).

Dia menuturkan, aturan main bagi pejabat yang tidak menjalankan tugas masih sama dengan tahun 2015 lalu. Yakni, pencopotan jabatan. "Saya ingatkan kepada Pangdam Danrem, Kapolda, Kapolres, aturan yang saya sampaikan 2015 masih berlaku," imbuhnya.

Presiden menuturkan, jika lalai diantisipasi, peristiwa itu membawa dampak kerugian yang tidak sedikit. Sebagai contoh, kebakaran hutan di 2015 lalu membakar 2,6 juta hektare dan menimbulkan kerugian Rp 221 triliun.

Jokowi menuturkan, dibandingkan tahun 2015, jumlah titik api tahun ini lebih rendah 81 persen. Namun jika dibandingkan dengan tahun 2018, terjadi sedikit kenaikan. "Ini yang tidak boleh, harusnya tiap tahun turun, turun, turun terus. Menghilangkan total memang sulit tetapi harus tekan turun," imbuhnya.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), jumlah hotspot yang tercatat selama Januari - Juli 2019 mencapai 2.070 titik. Jumlah itu meningkat. Pada periode yang sama di 2015, ada sekitar 6.590. Tahun 2018, juga pada periode yang sama, ada 1.338 hospot.

Jokowi menuturkan, dalam menghadapi bencana kebakaran hutan, upaya yang ditempuh tidak hanya penanggulangan. Namun yang lebih penting adalah pencegahan. Pasalnya, upaya penanganan relatif lebih sulit jika dibandingkan dengan pencegahan.

123
Kirim Komentar