07 Agu 2019 10:52

Diduga Milik Nelayan Filipina, Enam Unit Rumpon Diamankan

MyPassion
Rumpon sudah diamankan di perairan Tahuna, tepatnya di depan Kantor PSDKP Tahuna.(PSDKP Tahuna for Manado Post)

MANADOPOSTONLINE.COM—Lagi-lagi terjadi. Diduga tak memiliki izin dan beroperasi secara ilegal, enam unit rumpon atau alat bantu penangkapan ikan milik nelayan Filipina, diamankan Kapal Pengawas (KP) Hiu. Milik Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan (PSDKP) akhir pekan lalu.

Kepala Stasiun PSDKP Tahuna dikonfirmasi wartawan melalui Sub Seksi Kepala Operasional Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran Stevenli Takapaha membenarkan adanya penertiban rumpon tersebut.

Dijelaskannya, Kepala Stasiun PSDKP Tahuna Johanes Medea yang memimpin langsung penertiban bersama nahkoda PT HIU 15 Aldi Firmansyah. “Penertiban dilakukan di perairan WPP-NRI 716,” sebutnya.

Dia menambahkan, ada enam rumpon yang sengaja dilepas di laut Sulawesi bagian utara. Berada di 1-4 Mil Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI).

"Penertiban rumpon merupakan bagian dari operasi rutin Stasiun PSDKP Tahuna dalam mengamankan wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe. Termasuk memastikan semua rumpon yang dilepas memiliki izin," katanya.

Dia mengakui, kegiatan penertiban yang dilakukan Stasiun PSDKP Tahuna lebih diprioritaskan pada rumpon-rumpon asing yang secara ilegal sengaja dilepas pada Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia.

"Yang kita tertibkan itu rumpon-rumpon asing yang dilepas di perairan Indonesia ZEEI. Sebab ada peraturan menteri, rumpon harus memiliki izin pemasangan. Sehingga ketika kapal patroli mendapati ada rumpon ilegal, langsung diamankan dan dibawa ke Stasiun PSDKP Tahuna,” jelas Takapaha.

Sementara itu diduga rumpon tersebut milik asing dan tidak diketahui pemiliknya. Sehingga untuk sementara waktu Stasiun PSDKP Tahuna belum dapat memproses siapa tersangkanya. Hanya dapat mengamankan hasil temuan di kantor PSDKP Tahuna.

"Jadi enam rumpon saat ini sudah diamankan di kantor PSDKP Tahuna. Tersangkanya nihil. Karena sampai saat ini tidak ada pihak yang mengakui pemilik rumpon,”ujarnya.(wan/gnr)

Kirim Komentar