06 Agu 2019 12:14
Cuaca Buruk, Keberangkatan Ditunda

Penumpang Kapal Terlantar

MyPassion
Puluhan penumpang KM Sabuk Nusantara 95 saat berada di terminal penumpang Pelabuhan Nusantara Tahuna. Kemarin mereka mendapat pendataan oleh Pemkab Sangihe melalui Dinas Sosial untuk penyaluran bantuan bahan natura, Senin (5/8).(Sriwani/Manado Post)

MANADOPOSTONLINE.COM—Cuaca ekstrim beberapa hari terakhir berdampak pada sektor perhubungan laut. Pelayaran kapal perintis yang mengangkut penumpang di sejumlah wilayah kepulauan di Kabupaten Sangihe hingga Kabupaten Talaud dan Bitung, terpaksa ditunda keberangkatannya.

 

Seperti kapal Sabuk Nusantara tujuan Miangas dan wilayah kepulauan di Sangihe sejak 4 hari masih berlabuh di Pelabuhan Nusantara Tahuna. Nakoda Kapal Perintis Jufri Jamil ketika ditemui mengatakan, penundaan keberangkatan ini semata-mata faktor alam.

Selain itu kata Jamil, faktor keselamatan penumpang dan keamanan kapal juga menjadi perhatian, sehingga pemberangkatan kapal harus menunggu informasi pihak terkait dengan kondisi cuaca yang baik.

“Jadi memang kondisi sampai sekarang ini masih kencang. Beberapa hari yang lalu ketika rute Kawaluso dan Matutuang kami sulit untuk bersandar di pelabuhan akibat cuaca buruk. Dan saat kita berlabuh di pelabuhan Kawaluso penumpang mengeluh, katanya mau makan di mana,” ungkapnya.

Namun yang pasti kata Jamil, penundaan keberangkatan akan menyesuaikan kondisi yang ada, ketika memungkinkan kapal tersebut akan diberangkatkan. Sementara itu dari pantauan di terminal penumpang, Pemkab Sangihe melalui Dinas Sosial terpaksa harus turun tangan untuk menyalurkan bantuan bahan natura bagi puluhan penumpang yang berhari-hari masih bertahan di terminal penumpang kapal.(wan/gnr)

Kirim Komentar