06 Agu 2019 12:16

Dilanda Cuaca Buruk, Harga Ikan di Sitaro Meroket

MyPassion
Harga ikan yang meroket disebabkan cuaca buruk, terpantau di Pasar Ondong, Kecamatan Siau Barat, Senin (5/8) kemarin.(Dewi/Manado Post)

Cuaca buruk yang masih melanda perairan wilayah perairan Nusa Utara, dua pekan terakhir, khususnya di Kabupaten Kepulauan Sitaro, terus memberikan dampak negatif bagi masyarakat.

Terpantau di Pasar Ondong, Kecamatan Siau Barat, harga ikan terus melonjak naik seperti tude dari normalnya berkisar 20 ribu delapan ekor, kini menjadi 60 ribu. Begitupun ikan deho, dari yang biasanya 20 ribu enam ekor, kini menjadi 40 ribu.

Cani Kasim, salah satu pedagang mengungkapkan, memang saat ini, varian dan ketersediaan ikan, sangat terbatas. "Hanya deho dan tude yang terus dibawah oleh nelayan. Itu pun kami harus berebutan, sebab stok yang mereka bawakan, sangat terbatas. Tentu harga yang ditawarkan pun sangat mahal," tuturnya.

Sementara itu Reni Kantohe, salah warga Kelurahan Paniki mengaku pasrah dengan harga ikan yang ada saat ini. "Mau bagai mana lagi? sebab cuaca juga seperti ini. Pastinya kita berharap cuaca agar cepat membaik, supaya harga dapat kembali normal.

Rongli Mamero salah satu nelayan mengatakan, harga ikan yang naik tersebut, masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan resiko. "Kami pun hanya berani melaut. Namun tidak jauh dari pulau," jelasnya.

Sementara itu Plt Kepala BPBD Sitaro Ch Bob Wuaten mengatakan cuaca buruk masih akan menghantui wilayah perairan Sitaro selama beberapa hari kedepan "Sebab dari perkiraan BMKG tinggi gelombang sejak 4 hingga 7 Agustus masih berada pada 1,25 - 2,50 meter (Moderate Sea), dengan kecepatan angin rata-rata 18-24 knot dan hembusan 25-32 knot. Untuk itu kapal nelayan harus memperhatikan karena kecepatan angin telah melebihi 12 knot, sehingga tidak diperbolehkan melaut sementara," kuncinya.(cw-05/drp)

Kirim Komentar