06 Agu 2019 09:29

Anggaran Pendidikan Jumbo Tak Mampu Tingkatkan Kualitas SDM

MyPassion
Sri Mulyani dan Muhadjir Effendy

MANADOPOSTONLINE.COM—Banyaknya gelontoran anggaran ke dunia pendidikan dikritik Menteri Keuangan Sri Mulyani. Anggaran jumbo namun, belum mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

 

Pasalnya setiap tahun dana alokasi umum (DAU) pendidikan selalu naik. Dalam 10 tahun terakhir, dana tersebut meningkat 221 persen. Dari 2009 sebesar Rp 153 triliun menjadi Rp 429,5 triliun pada 2019. Dana sebanyak itu digunakan untuk gaji dan tunjangan guru ASN (aparatur sipil negara).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyebutkan, lebih dari 40 ribu guru pensiun setiap tahun. Sementara itu, tidak ada pengangkatan guru ASN baru dalam dua tahun terakhir. Di sisi lain, ketika Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) menyetujui jatah pengangkatan 155 ribu guru ASN, mayoritas pemerintah daerah  (pemda) enggan mengambil kuota tersebut.

Alasannya, tidak ada anggaran. Akibatnya, banyak sekolah-sekolah merekrut guru honorer sebagai pengganti para guru yang pensiun. Gajinya diambil dari dana BOS (bantuan operasional sekolah). ”Sehingga tujuan BOS yang seharusnya biaya operasional sekolah tidak optimal,” keluh Muhadjir kepada Jawa Pos kemarin.

Masalah itu pula yang membuat Muhadjir meminta para guru yang sudah purna tugas untuk tetap memberikan pengabdian mereka. Sampai ada guru PNS penggantinya. Selama pengabdian tersebut status guru itu tetap pensiunan. Gajinya diambil dari dana BOS.

12
Kirim Komentar