05 Agu 2019 10:47
Pemkab Tunggu Juknis KemenPAN-RB

Sitaro Usulkan 821 CPNS

MyPassion
Ilustrasi.(dok)

MANADOPOSTONLINE.COM—Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro, telah mengusulkan sekira 821 formasi CPNS, yang terdiri dari tenaga Teknis, Kesehatan dan Guru. Hal ini diungkapkan Sekkab Sitaro Drs. Herry Bogar, MM. Ia mengatakan, pengajuan kuota CPNS sudah dimasukkan ke Kementerian Aparatur Negara dan Birokrasi (KemenPAN-RB), beberapa waktu lalu. "Saat ini kita tinggal menunggu petunjuk teknis (Juknis) dari KemenPAN-RB, terkait rekrutmen," tuturnya.

Dia melanjutkan, untuk penerimaan, masih ada kemungkinan molor dari jadwal yang ditetapkan pada September. "Kami juga tak mungkin berspekulasi kapan waktu rekrutmen. Pastinya tetap menunggu petunjuk pemerintah pusat," singkatnya.

Terpisah Wakil Bupati Sitaro Drs. John Palandung, M.Si mengatakan dari hasil rapat koordinasi bersama pihak KemenPAN-RB beberapa waktu lalu, memang menteri telah menegaskan, bahwa rekrutmen CPNS, tetap akan dilakukan tahun ini. "Pemerintah akan merekrut sekitar 100 ribu CPNS dan 75 ribu PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Jumlah tersebut untuk mengimbangi ASN yang pensiun tahun ini diperkirakan mencapai 200 ribu orang," terangnya.

"Khusus Sitaro kita telah mengusulkan sekira 821 formasi CPNS, terdiri dari tenaga teknis profesional, guru dan kesehatan. Nantinya juga sesuai prosedur kita mengalokasikan jatah dua persen dari total perekrutan untuk penyandang disabilitas," kuncinya.

Sementara itu Sekretaris BKPSDM Joice Kumaat menjelaskan, meski usulan 821 itu disetujui, Sitaro tetap masih akan mengalami kekurangan ASN. "Sebab kebutuhan ASN mencapai 1.700 lebih. Hal ini disebabkan adanya moratorium tahun sebelumnya, serta belum dibukanya penerimaan tenaga teknis pada 2018. Belum lagi ditambah yang pensiun," ucapnya.

Kumaat mengatakan, dari usulan 821 tersebut, memang lebih didominasi tenaga teknis. "Karena lihat saja, saat ini banyak jabatan staf yang kosong di OPD. Kalaupun ada merangkap dua jabatan. Tentu ini tidak sehat untuk sistem birokrasi," kuncinya.(drp)

Kirim Komentar