05 Agu 2019 10:34
Mulai Menyasar Tahura Megawati

Desak Buru Cukong PETI

MyPassion
Ilustrasi PETI.(dok)

MANADOPOSTONLINE.COM—Keberadaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Ratatotok Kabupaten Mitra terus meresahkan. Lantaran meski desakan untuk penutupan PETI terus bermunculan. Namun aktivitas ilegal yang sudah merusak puluhan hektar ini tetap masih eksis.

 

"Harusnya ada tindakan tegas dari pihak terkait. Apalagi aktivitas ini sudah secara terang-terangan. Namun kenapa masih tetap dibiarkan, bahkan malah terkesan dilindungi," ujar Zulfan Junus salah satu tokoh masyarakat asal Belang, Minggu (4/8).

 

Sepertinya untuk menuntaskan persoalan PETI di Ratatotok, lanjut Zulfan bagai mengurai benang yang kusut. Karena tiap instansi terkait berkelit soal penertiban penambangan liar. Apalagi terbaru aktivitas tambang liar sudah memasuki kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Megawati. "Karena itu jika stakeholder baik dinas pertambangan maupun DLH seakan lepas tangan. Maka kami berharap agar Pihak Kepolisian mengambil alih penertiban," jelasnya.

Adapun alasan ditutupnya PETI, yakni dampaknya sangat merusak lingkungan hidup. Karena bahan yang digunakan untuk proses pengolahan menggunakan bahan kimia berbahaya. "Yang jadi pertanyaan jika stakeholder tidak mengambil sikap atas kegiatan PETI. Maka kami masyarakat tentunya akan beranggapan bahwa ada cukong besar yang berdiri dibalik penambang liar ini hingga instansi terkait tidak berani," tukas Zulfan. 

Sementara itu, dari wawancara beberapa waktu lalu dengan  Kapolres Minahasa Selatan (Minsel) AKBP FX Winardi Prabowo mengakui bahwa penindakan PETI harus ada koordinasi dengan sejumlah pihak terkait. "Tentu kami siap kalau sudah ada koordinasi dengan dinas terkait. Karenakan mereka yang lebih tau pasti tambang mana yang tak kantongi izin. Kalau pun sudah akan dilakukan langkah penertiban, kami selalu siap," tegasnya. (ely/ewa)

Kirim Komentar