05 Agu 2019 09:20

Dampak Badai Tropis, 9 Daerah di Sulut Ini Waspada Angin Kencang

MyPassion
Ilustrasi

Kemudian Perairan barat Aceh, Perairan timur Kep. Mentawai, Selat Sumba bagian barat, Selat Sape bagian selatan, Perairan selatan Flores, Selat Ombai, Laut Sawu, Perairan selatan P. Sumba – P. Sawu, Perairan Kupang - P. Rote, Laut Timor, Laut Natuna Utara, Perairan Kep. Anambas - Kep. Natuna, Laut Natuna, Perairan timur Batam hingga Kep. Lingga, Perairan Bangka - Belitung, Selat Karimata, Laut Jawa, Perairan utara Jawa Barat hingga Kep. Kangean, Perairan selatan Kalimantan, Perairan Kotabaru – Balikpapan – Kalimantan Utara, Selat Makassar, Laut Sulawesi, Perairan Baubau hingga Kep. Wakatobi, Perairan Manui - Kendari, Teluk Tolo, Perairan Kep. Banggai hingga Kep. Sula, Laut Maluku bagian selatan, Laut Buru, Perairan selatan Ambon, Laut Banda, Laut Seram, Perairan Raja Ampat - Sorong, Samudra Pasifik utara Papua, Perairan Fakfak - Kaimana - Amamapre, Perairan barat Yos Sudarso,  Perairan Kep. Sermata hingga Tanimbar, Perairan Kep. Kei - Kep. Aru, Laut Arafuru.

Sementara untuk tinggi gelombang 2,50 hingga 4 meter, diprediksi akan terjadi di Perairan Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud. Lalu utara Sabang, Perairan Sabang - Banda Aceh, Perairan barat P.Nias hingga Kep. Mentawai, Perairan P.Enggano – Bengkulu hingga barat Lampung, Samudera Hindia barat Aceh hingga Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa hingga Sumbawa, Selat Bali – Selat Lombok – Selat Alas bagian selatan, Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga NTT, Laut Maluku bagian utara, Perairan utara Kep. Halmahera, Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua Barat.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw turut mengingatkan semua pihak berwewenang, untuk memperhatikan risiko yang akan ditimbulkan oleh angin kencang serta gelombang tinggi. Khususnya dalam hal pelayaran. Dia meminta instansi yang berwewenang yang memberangkatkan kapal harus selektif dalam memberi izin pelayaran.

“Izin pelayaran harus lebih selektif lagi di saat seperti ini. Sebisa mungkin rutin melakukan pemeriksaan untuk memastikan kapal yang memuat penumpang bisa berlayar dengan aman. Karen jika lalai melakukan pemeriksaan dan mengakibatkan kecelakaan, maka bisa dipidana,” tegasnya.

Dia pun meminta Dinas Perhubungan (Dishub) dan Syahbandar Sulut harus ikut mengontrol semua jalur transportasi. “Semua harus dikontrol dengan baik. Jangan nanti ada kecelakaan baru bergerak,” dia mengingatkan.

Orang nomor dua di Sulut itu pun mencontohkan saat ini banyak kapal-kapal yang mengalami kecelakaan di luar Sulut karena over kapasitas dan kurang berhati-hati. “Jangan sampai hal ini terjadi di Sulut. Makanya semua pihak yang berwewenang harus selektif. Jika tidak akan dikenakan sanksi,” tandasnya.(ayu)

123
Kirim Komentar