31 Jul 2019 09:17

Astaga! Calon Tentara Meninggal Saat Antar Jenazah Ayahnya

MyPassion
Korban Alvaro Monigir saat dibawa dengan ambulance Selasa (30/7). Foto lain peti jenazah dari ayah Alvaro, yaitu Max Monigir yang juga ditemukan meninggal Senin lalu. (Dok FB)

MANADOPOSTONLINE.COM—Pengendara motor maupun mobil di Sulawesi Utara harus lebih berhati-hati. Selang dua pekan terakhir, peristiwa kecelakaan lalulintas (lakalantas) tragis terjadi di jalanan Sulawesi Utara.

 

Terbaru duka menyelimuti keluarga Monigir-Warouw. Masih dalam suasana duka setelah kepala keluarga Max Monigir (57), ditemukan meninggal di perkebunan Kota Tomohon, Senin (29/7) lalu. Keluarga besar kembali dikagetkan dengan meninggalnya sang anak tercinta Alvaro Monigir (18), Selasa (30/7).

Peristiwa meninggalnya Alvaro sangat menyedihkan. Alvaro terlibat lakalantas karena diduga tersenggol kendaraan lain saat mengawal jenazah ayahnya dari Kota Tomohon menuju ke Desa Ponompiaan, Kecamatan Dumoga Timur, Bolaang Mongondow (Bolmong) kemarin.

Mantan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kristen Kotamobagu ini pun dinyatakan meninggal dunia sekira pukul 13.00 WITA di Inobonto. Hingga berita ini diturunkan kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut.

Namun terinfomasi, pelaku dan kendaraan penyenggol sudah ditahan petugas pasca kejadian. Diungkapkan salah satu guru di SMK Kristen Kotamobagu Olga Topah, pukul 13.00 WITA korban meninggal langsung dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Monompia Kotamobagu.

“Namun sangat disayangi, sebelum tiba di RS, ia (korban) meninggal saat perjalanan. Anak ini adalah bekas murid saya, dan dia baru saja lulus Mei lalu,” cerita Olga saat diwawancarai Manado Post kemarin.

Diterangkannya, usai lulus korban sempat ke sekolah dan menceritakan jika korban sedang mengurus berkas untuk melanjutkan studi.

12
Kirim Komentar