30 Jul 2019 09:48

Tambang Emas `Angker` Kembali Minta Korban, Dua Warga Tewas

MyPassion

Dia mengaku, aparatnya memiliki keterbatasan hingga tidak mungkin menjaga seluruh jalan tikus di lokasi tambang tersebut. Dirinya pun berjanji pengamanan akan lebih ketat. “Kita akan ketatkan penjagaan,” tegas Gani.

Diketahui, semenjak peristiwa puluhan warga tewas dan luka karena tertimbun di PETI Desa Bakan Februari lalu, Polres Kotamobagu sudah memerintahkan aparatnya untuk mencegah masuknya penambang liar.

Sebelumnya juga telah diadakan penertiban lokasi. Dimana Polres Kotamobagu menindaklanjuti surat dari Pemerintah Kabupaten Bolmong, hingga penutupan aktivitas tambang.

Sebelumnya, Asisten II Perekonomian Pembangunan dan Kesra Bolmong Ir Yudha Rantung menyebutkan sudah keluar surat penegasan dari bupati soal dilarang keras bagi masyarakat untuk masuk PETI Bakan.

“Surat yang dikeluarkan itu sudah keras sekali. Kalau tidak diserahkan, maka langsung ke pihak yang berwajib untuk melakukan tindakan lebih,” sebut Rantung saat dikonfirmasi belum lama ini.

Dari pemda sendiri katanya, tidak punya kewenangan untuk bertindak. Karena di satu sisi, kewenangan bukan di kabupaten tapi kewenangannya berada di provinsi.

“Jadi kami hanya sebatas penegakan di lapangan sesuai kompetensi, karena berhubungan langsung dengan camat, kepala desa  dan masyarakat. Karena kan ini masyarakat kita, jadi hanya menegaskan seperti itu,” dalihnya.

“Tapi tindak lanjutnya kan, kewenangannya bukan di kabupaten tapi di provinsi. Secara administratif menekankan seperti itu,” sebut Rantung.

“Apabila tidak dikosongkan, maka akan diserahkan penuh kepada pemprov dan kepolisian untuk melakukan tindakan tegas. Jadi kalau kewenangan kami seperti itu, tidak ada lebih lagi,” tandasnya.

Menurutnya, masyarakat yang masih ingin bekerja di PETI Bakan tersebut memang sudah kebal. Sudah berkali-kali diperingatkan. Bahkan mereka sendiri melihat begitu banyak korban yang tertimbun.

123
Kirim Komentar