30 Jul 2019 09:48

Tambang Emas `Angker` Kembali Minta Korban, Dua Warga Tewas

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COMBelum hilang dalam ingatan publik Sulut tewasnya puluhan penambang di Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, akhir Februari 2019.

 

Empat bulan berselang (Juni) kawasan tambang ini kembali makan satu korban jiwa. Yang terbaru Minggu (28/7), tambang ‘angker’ tersebut kembali menewaskan dua penambang ilegal.

Informasi dirangkum Manado Post, sesuai data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong, korban berasal dari Desa Toruakat, Kecamatan Dumoga Timur, atas nama Candra Sabir alias Ang (33) dan Suhendri Anggol alias Su (41).

“Dari informasi yang kami dapatkan. korban akan dimakamkan hari ini (kemarin) pukul 11.00 WITA,” ungkap Kepala BPBD Bolmong Haris Dilapanga, melalui Kepala Seksi Tanggap Darurat Abdul Muin Paputungan ketika dikonfirmasi.

Dia menambahkan, kejadian meninggalnya korban di PETI Bakan, hingga kemarin tidak ada laporan resmi dari pemerintah desa, kecamatan, maupun aparat keamanan, baik TNI atau Polri kepada BPBD Bolmong.

“Adapun kronologis kejadian, kami tidak bisa memberikan statemen, karena belum mendapatkan Informasi yang valid,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Desa Bakan Hasanudin Mokodompit membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya meninggalnya dua korban di PETI Desa Bakan terjadi Minggu (28/7).

“Semalam (Minggu) saya sedang bersama anak-anak KKT Unsrat. Namun dari informasi yang saya dapatkan, kedua korban penambang tersebut berasal dari Desa Toruakat,” tambahnya saat dikonfirmasi terpisah.

Sementara itu, Kapolres Kotamobagu AKBP Gani Siahaan berdalih, pihaknya sudah maksimal dalam melakukan penjagaan. Tapi banyak warga masuk lokasi tambang lewat jalan tikus. Bahkan ada yang masuk pada subuh hari.

123
Kirim Komentar