30 Jul 2019 09:43

Rekrutmen CPNS-P3K Masih Terkendala, Kepala BKN: Daerah Masih Bingung

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM—Rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) gelombang II, masih ada kendala.

Kepala BKN Bima Haria Wibisana menuturkan, seleksi PPPK gelombang II yang semula dijadwalkan pada Agustus kemungkinan akan mundur. Sebab, hingga deadline 12 Juli lalu baru 70 persen usulan formasi dari seluruh instansi yang masuk.

Lamanya pengusulan lantaran beberapa instansi daerah belum mahir mengidentifikasi kebutuhan formasi. “Daerah masih bingung mengusulkan. Kira-kira CPNS butuh berapa, PPPK berapa," ucap Bima dilansir dari Jawa Pos (grup Manado Post).

Memang tidak mudah. Harus dihitung betul. Menghitung jumlah pegawai pensiun, mengundurkan diri, dan menilik apakah ada pembangunan sekolah baru atau tidak. Sehingga usulan yang disampaikan ke pemerintah pusat sesuai dengan kemampuan dan memadai. "Saya nggak mau kalau sudah ada usulan, tapi daerah nanti bilang anggaran daerah kami belum cukup pak," ungkapnya. "Aduh kalau kayak gitu ribut nanti," imbuh Bima.

Diketahui, kuota kebutuhan seleksi aparatur sipil negara (ASN) tahun ini mencapai 254.173 kursi. Dari jumlah tersebut, 85.537 kursi sebagai PNS dan 168.636 kursi lainnua untuk PPPK. Sebanyak 46.425 kursi CPNS dan PPK dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pemerintah pusat. Sementara sisanya disebar ke instansi daerah.

Lanjut kepala BKN, pelaksanaan seleksi PPPK dan CPNS tidak menutup kemungkinan bakal digelar bersamaan dalam satu rangkaian. Secara sistem dua tes tersebut sama-sama menggunakan computer assisted test (CAT). Hanya berbeda manajemen pelaksanaannya saja.

"Bisa jadi, karena dari sisi sistem enggak ada bedanya. Seleksi PPPK juga lebih cepat karena hanya sekali tes. Setelah tes PPPK langsung nyambung CPNS, kalau bisa seperti itu," jelas pria 57 tahun itu.

123
Kirim Komentar