30 Jul 2019 13:51
Citizen Jurnalism

Ayoooo... Ber-Adventure di Tempat Lahir Sam Ratulangi

MyPassion
Keindahan Pantai Ranowangko 2, dijamin akan memukau Ranowangko 2 Manado Post Fun Adventure 2019, Sabtu (3/8) nanti.

ANDA pesepedamotor yang hobi adventure?

 

Jangan lewatkan kalender iven akbar adventure pada 3 Agustus 2019.
Yaaa.. Ranowangko II-Manado Post Fun Adventure 2019 menawarkan beragam keistimewaan bagi peserta dan pengunjung.

Bukan apa-apa...
Wanua Ranowangko II adalah tempat lahir pahlawan nasional: Sam Ratulangi. Alam pemandangannya indah nian.

Silahkan saksikan dan buktikan.
Desa Ranowangko II dibelah sungai Tuloun yang dijuluki Air Kehidupan. Disebut demikian, sebab, sekalipun air sungai ini kecil, tapi takkan mati.

Tempo doeloe, sungai ini terus mengalir sekalipun kemarau berkepanjangan tujuh tahun. Peserta adventure akan melewati sungai ini. Disarankan tatkala peserta adventure lewat agar berhenti sejenak dan membasuh muka.

Peserta juga akan menjajal tanjakan tinggi maha menantang. Ini memicu adrenalin dan hanya dikhususkan bagi pesepedamotor bernyali tinggi.

Tapi jangan khawatir. Panitia juga menyiapkan rute fun. Ini tak kalah gengsinya.
Setelah itu, peserta akan melewati kebun-kebun cengkih. Aroma komoditi yang pernah dijuluki emas coklat ini akan “menyepoi” harum di hidung peserta. Dan pas sekali mengingat panen raya sedang berlangsung.

Peserta juga bisa rehat sejenak di Air Terjun Sungai Kombi. Dan jangan lupa. Sekali lagi, jangan lupa, mengambil foto di alam ciptaan Tuhan ini. Mandi pun sangat disarankan.

Lalu peserta akan melalui rute menurun menuju Pantera atau Pantai Ranowangko. Inilah tempat pemandian paling aman di seantero Sulawesi Utara. Hamparan pasir putihnya sejauh mata memandang.

Di tepian pantai, ada danau-danau mini. Namanya Tulap Wangko, Tulap Oki, Kombi Wangko, Kombi Oki, hingga sungai Rapa. Ikan-ikan berkeriapan di danau mini itu.

Jangan heran juga bila mendapati penyu atau tuturuga. Masyarakat di sana menyebutnya Poikan, dan Tukik, bagi anakan penyu. Sejak 10 tahun terakhir, warga tidak mengomsumsi lagi sejenis reptilia langka ini. Sebab Pantera sudah dijadikan wilayah perlindungan penyu oleh UNEP dan WWF, organisasi di bawah PBB yang concern terhadap lingkungan.

Bahkan, seekor buaya besar pun masih ada. Buaya Tonis namanya. Ditangkap warga bernama Noldy Tonis, (itu sebabnya dinamakan Tonis), karena tiba-tiba muncul dan mengganggu warga. Dalam waktu dekat, jika tidak dijemput Balai Perlindungan Hewan, buaya ini akan dimakan warga.

Puas menikmati Pantera, peserta akan kembali ke Wanua Ranowangko. Bakal melewati Pinapateluan. Atau simpang tiga. Di sinilah Sam Ratulangi dilahirkan.

Sisa sejarah ada. Masih hidup pohon Mangga Kuini yang di sampingnya duku ada lekow atau Sabuah, tempat ayahanda Sam Ratulangi menjalankan profesi tukang kayu.

Begitu tiba di garis finish, peserta akan disodori sajian khas karya koki-koki kampung. Termasuk kayuna yang diramu dari pohon pepaya dan santan kelapa. Aduhaiii asyiknya.

Ayooooo ikut dan jelajahi alam indah bersejarah. Berpartisipasi dalam iven ini, Anda telah membantu pembangunan gedung gereja GMIM Immanuel Ranowangko II. (MarS)

Kirim Komentar