29 Jul 2019 14:30

Gawat! PETI Diduga Garap Kebun Raya Megawati, DLH Akui Belum Tahu

MyPassion
Tampak keberadaan alat berat yang diduga kuat digunakan untuk aktivitas PETI. Selain itu, terlihat juga kondisi tanah di sekitaran lokasi Kebun Raya mulai tergerus. (Hesly Marentek/MP)

MANADOPOSTONLINE.COMSelain terkesan sulit dibendung aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Ratatotok terus menjamur. Bahkan wilayah yang diduga masih masuk kawasan Kebun Raya Megawati mulai menjadi lahan garapan baru para pemburu logam mulia.

Dari pantauan harian ini, Jumat akhir pekan lalu, sejumlah alat berat serta galon berisi bahan bakar terlihat berada di kawasan hutan reklamasi eks PT Newmont Minahasa Raya (NMR) ini. Bahkan tampak sebagian tanah di sekitar mulai tergerus, diduga akibat hantaman alat berat.

Adanya keberadaan PETI di lokasi Kebun Raya Megawati ini dibenarkan salah seorang warga Ratatotok yang kesehariannya melalui jalan area perusahaan tersebut. Dirinya menuturkan lokasi perombakan PETI tersebut masuk dalam kawasan hutan eks NMR.

“Perusahaan yang melakukan pekerjaan ini, sudah masuk di area reklamasi eks PT Newmont. Nah jadi menjadi pertanyaannya, apakah perusahaan tersebut sudah mengantongi izin," ungkapnya sembari meminta identitasnya dirahasiakan.

Di sisi lain, keberadaan PETI di lokasi Kebun Raya Megawati sama sekali belum diketahui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mitra.

12
Kirim Komentar