26 Jul 2019 11:06

20 Tahun Jembatan Gantung Jadi Akses Petani Menuju Perkebunan

MyPassion
Jembatan gantung di Kelurahan Mongkonai Barat, Kecamatan Kotamobagu Barat menjadi akses utama petani.(Claudia/Manado Post)

MANADOPOSTONLINE.COM—Sudah 20 tahun petani menjadikan jembatan gantung sebagai akses utama menuju perkebunan Mobonod, di Kelurahan Mongkonai Barat, Kecamatan Kotamobagu Barat.

Menurut para petani, mulanya jembatan tersebut merupakan jalur alternatif para petani menuju perkebunan tersebut. Namun, ketika jalur utama sudah tidak bisa dilewati, para petani akhirnya memutuskan menjadikan jembatan gantung sebagai jalan satu-satunya yang bisa dilewati.

"Jalur utamanya waktu itu melewati sungai dengan menggunakan rakit, jenis kendaraan roda dua pun bisa lewat menggunakan rakit itu. Namun, air sungainya sering meluap, sehingga tidak bisa lagi melewati sungai menggunakan rakit. Nah, sejak itu, kami putuskan untuk melewati jembatan tersebut," ujar Yodi Paputungan (35), petani Mongkonai.

Yodi yang juga sebagai tukang ojek di perkebunan itu mengungkapkan, sebelumnya jembatan gantung tersebut belum bisa dilewati menggunakan sepeda motor. Namun, karena tidak ada jalan lain, maka dengan inisiatif sejumlah petani disitu, secara swadaya memperbaiki jembatan, yang pada mulanya belum terbuka. 

"Waktu itu jembatan ini masih terbilang parah, kayu-kayunya sudah mulai lapuk, belum lagi akses jalannya belum terbuka, karena sebelumnya jalur utama merupakan jalur yang paling dekat menuju perkebunan, sehingga melewati jembatan ini kami juga harus memutar dan membuat jalan baru. Dengan swadaya para petani dan masyarakat, Alhamdulillah jembatan dan jalan ini sudah diperbaiki sejak lima tahun terkahir," jelasnya.

Meskipun bagitu, jembatan yang berukuran satu meter dengan panjang 40 meter tersebut masih mendapat keluhan dari sejumlah petani setempat. Dengan ukurannya yang minim, mereka masih sempat khawatir melewati jembatan itu, terlebih menggunakan sepeda motor. 

Belum lagi, akses jalan menuju perkebunan yang semakin hari semakin rusak. Sehingga mereka berharap pemerintah dapat memperhatikan akses jalan tersebut. "Jembatan ini sudah terbilang lama, kami pun kerap takut melewati jembatan ini. Kami berharap pemerintah dapat menyentuh jalan ini, setidaknya memperbaiki jalan dan jembatannya. Sebab, perkebunan ini merupakan mata percarian kami," harapnya.(tr-06/ite)

Kirim Komentar