25 Jul 2019 09:24

Prabowo-Mega Akur, OD-WL Lawan NasDem Cs di Pilkada

MyPassion
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bertemu Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, di rumahnya, kemarin. (Jawa Pos)

MANADOPOSTONLINE.COM—Pertemuan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto kemarin, bawa angin segar bagi perpolitikan Indonesia. Termasuk Sulawesi Utara (Sulut).

Kemungkinan Gerindra Sulut bergabung dengan PDI Perjuangan Sulut di pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 sangat terbuka. Pengamat politik Sulut Dr Johny Lengkong menilai, langkah ke arah tersebut mungkin terjadi. “Akurnya pimpinan masing-masing partai bisa berimbas ke daerah. Apalagi menjelang Pilkada serentak tahun depan,” bebernya.

Dengan masuknya Gerindra ke gerbong PDI Perjuangan, kata Lengkong, maka kekuatan mereka kian besar. “Khususnya di Sulut. Rival PDI Perjuangan harus waspada,” bebernya. Siapa saja yang mungkin jadi lawan PDI Perjuangan di Pilkada 2020? Lengkong menyebut Partai NasDem yang kans mengusung GS Vicky Lumentut (GSVL) sebagai calon gubernur.

Kemudian Partai Golkar. Ada figur Bupati Minahasa Selatan Christiany Paruntu. Lebih lanjut dikatakan akademisi Fispol Unsrat ini, pertemuan antara Megawati dan Prabowo telah menunjukkan demokrasi negara semakin baik.

Sudah seharusnya menurut Lengkong, komunikasi politik tetap berjalan baik. Dirinya juga menilai, menjadi kewajiban dalam pesta demokrasi, yang menang merangkul dan kalah menghormati.

"Dari amatan saya, dengan pertemuan dua tokoh besar ini menunjukkan adanya kedewasaan demokrasi. Kalau masalah adanya perundingan atau tawar menawar kursi kabinet, saya kira menjadi urusan kedua. Yang utama adalah sudah berani membangun komunikasi politik kembali. Karena untuk menjaga stabilitas negara, harusnya yang menang merangkul yang kalah. Dan tentu yang kalah harus tetap menghormati dan bersatu," tuturnya.

Lengkong juga menilai, dengan bertemunya dua tokoh tersebut, dapat menstabilkan bukan hanya kondisi di pusat. Tapi sampai di daerah. Tidak ada lagi kubu antara pasangan 01 maupun 02. Dirinya menilai, dalam penyelenggaraan pemerintahan akan tetap ada pihak dan figur yang masih akan mengkritik, dan itu hal yang biasa dalam suatu negara demokrasi.

"Jadi dengan bertemunya Megawati dan Prabowo, saya kira telah menjelaskan tidak ada lagi kubu antara 01 dan 02. Dan ini juga menjadi pertanda di daerah khususnya di Sulut untuk tidak lagi mempertahankan kubu. Semua sudah bertemu. Pembicara sudah berjalan dengan baik. Jadi figur-figur politik di daerah juga harus bersikap profesional seperti pimpinan mereka. Rangkul lah semua pihak, agar pengembangan daerah semakin baik," tandasnya.

123
Kirim Komentar