25 Jul 2019 19:33

Pemkot Latih UKM di Hotel Bekas `Markas` Prostitusi Online

MyPassion
Pelatihan kewirausahaan bagi UKM oleh DiskopUMKM Tomohon berpusat di Hotel Wise Tomohon.

TOMOHON—Beberapa waktu lalu Kota Tomohon digemparkan dengan kasus prostitusi online yang diringkus kepolisian. Salah satu perempuan yang ditangkap mengaku, berpindah-pindah hotel untuk memberikan service bagi pembeli. Salah satu 'markas' mereka menerima 'tamu', yakni Wise Hotel yang terletak di kompleks pusat kota Tomohon.

Sementara itu, Pemkot Tomohon lewat Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DiskopUMKM) pada Kamis (25/7) memgadakan pelatihan kewirausahaam bagi pelaku Usaha Mikro dan kecil bertempat di hotel yang sama.

Melalui rilis berita yang diterima dari bagian Humas dan Protokoler Setdakot Tomohon, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat keberadaan UKM di era globalisasi. "Tujuan lainnya juga untuk meningkatkan sumber daya manusia para pelaku usaha yang lebih berkualitas dalam pengembangan UKM di Kota Tomohon," jelas Mendur.

Kegiatan yang berlangsung dua gelombang ini dibuka Wakil Wali Kota Syerly Sompotan. "Pemerintah Kota Tomohon akan terus membina dan mengembangkan UKM agar ada perkembangan diberbagai sektor usaha, karena dengan adanya peningkatan UKM, akan mempengaruhi jumlah aset, omset penjualan dan penyerapan tenaga kerja.

Dengan demikian sektor usaha kecil dan menengah akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dan pembangunan ekonomi Nasional, terlebih Kota Tomohon," ujar Sompotan saat membuka kegiatan.

Sementara itu pihak Manajemen Hotel Wise melalui Front Office Manager Jonny Karana menuturkan hotel mereka bukan merupakan ‘markas’ dari pelaku prostitusi online. “Karena memang sempat ada kejadian mereka berencana check in di hotel, tapi karena sudah terlihat hal mencurigakan kami menolaknya dengan sopan,” jelas Karana melalui WA.

Saat penolakan sempat ada protes dari mereka. “Dimana saat kami tidak mengijinkan mereka sempat bersikeras untuk ingin check in karena beranggapan mereka membayar untuk sewa kamar menginap, tapi kami tetap tidak menerimanya,” tegasnya

Pihaknya juga menjelaskan, tujuan utama dibangunnya hotel untuk menunjang pariwisata yang ada. “Jujur kami tetap mengedepankan pelayanan terbaik, karena kami sudah sering mendengar dari manajemen hotel lainnya terkait jalannya kegiatan seperti ini sehingga kami pastinya menolak mereka yang dicurigai untuk menginap di hotel kami,” tukasnya.wam)

Kirim Komentar