23 Jul 2019 09:54

Ini Kawanua yang Lolos Capim KPK

MyPassion

Menurutnya, laporan masyarakat sangat dibutuhkan sebagai bahan pendalaman pansel untuk tes wawancara. Sebab dalam sesi tersebut, pansel bakal menggali sekaligus mengklarifikasi berbagai latar belakang pribadi setiap capim KPK. “Masukan bisa melalui email atau surat,” ujarnya.

Meski demikian, agar berjalan efektif, laporan harus didasarkan pada fakta dan bukan bersifat fitnah. Selain itu, dia juga berharap masukan yang disampaikan bukan bersifat endorse untuk calon tertentu. Hingga kemarin, Yenti menyebut sudah ada 900-an email dari masyarakat.

Terkait pengumuman hasil uji kompetensi yang disampaikan oleh Pansel Capim KPK kemarin, Indonesia Corruption Watch (ICW) melihat dominasi capim berlatar belakang penegak hukum masih tinggi.

Menurut mereka, itu perlu menjadi perhatian serius semua pihak. ”Bagaimana pun hingga hari ini institusi penegak hukum selain KPK belum memaksimalkan pemberantasan korupsi,” ungkap peneliti ICW Kurnia Ramadhana kepada Jawa Pos kemarin.

Sejak awal, ICW memang kurang sepakat dengan keputusan Polri maupun Kejaksaan Agung (Kejagung) yang ramai-ramai mengirimkan wakil untuk mendaftar sebagai capim KPK.

Menurut mereka, orang-orang terbaik yang disebut oleh kapolri maupun jaksa agung akan jadi lebih baik lagi apabila dimanfaatkan untuk membantu lembaga masing-masing. ”Mendorong berbagai perbaikan di internal terkait langkah pemberantasan korupsi,” imbuh Kurnia.

Lebih lanjut, Kurnia menjelaskan bahwa dari 104 nama yang lolos uji kompetensi, harus dipastikan semua sudah patuh menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada KPK jika mereka merupakan pejabat publik. Apabila ditemukan yang tidak patuh, seharusnya yang bersangkutan tidak diloloskan oleh pansel.

”Karena bagaimana pun LHKPN adalah salah satu alat uji integritas seorang pejabat publik,” jelasnya.

Selain itu, Kurnia juga mengingatkan supaya pansel benar-benar jeli melihat setiap nama capim. Jangan sampai, capim yang pernah punya persoalan hukum lolos seleksi. Pun demikian dengan capim yang diduga pernah melanggar etik.

”Jika ada yang pernah melakukan hal tersebut, maka sudah sepantasnya pansel tidak meloloskan figur tersebut,” ujarnya. Sebab, capim terpilih harus benar-benar orang bersih.

Kurnia juga mengingatkan, ICW bersama Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi sudah membuka posko pengaduan yang secara khusus menampung laporan terkait seleksi capim KPK.

Dia berharap, masyarakat ikut andil dalam seleksi itu dengan memberikan masukan lewat laporan ke posko tersebut. Apalagi jika ada masyarakat yang mengetahui rekam jejak capim kurang pantas lolos seleksi, mereka bisa langsung melapor.

Tidak hanya ICW, kemarin Wadah Pegawai (WP) KPK juga merespons pengumuman uji kompetensi capim KPK. Ketua WP KPK Yudi Purnomo menyebutkan, sebelas di antara 104 nama yang dinyatakan lolos seleksi uji kompetensi berasal dari internal KPK. Selain itu, tiga pimpinan KPK yang saat ini masih menjabat juga lolos.

Dia berharap, pansel terus berusaha sebaik mungkin mempertahankan integritas dan transparansi. Keterangan itu disampaikan Yudi lantaran dalam pengumuman kali ini pansel membuka asal usul, latar belakang, atau profesi setiap calon yang lolos uji kompetensi. Berbeda dengan sebelumnya yang hanya menyertakan nama dan alamat capim.

Menurut dia, pengumuman yang lebih detail penting sebagai salah satu bukti bahwa pansel terbuka kepada publik. ”Karena masih ada juga calon-calon pimpinan yang namanya masih disebut-sebut di masyarakat mempunyai reputasi yang kurang bagus,” imbuhnya.

Berkaitan dengan rekam jejak setiap calon, Yudi menyampaikan bahwa WP KPK yang sudah membentuk tim untuk membantu kerja pansel. ”Kami akan mencoba untuk menelusuri lebih lanjut mengenai orang-orang yang saat ini telah lolos,” terang dia.

Hasil penelusuran itu juga bakal disampaikan kepada pansel sebagai masukan. Menurut dia, penelusuran itu juga dilakukan bekerja sama dengan posko yang sudah dibuka oleh masyarakat sipil.(gnr)

12
Kirim Komentar