23 Jul 2019 09:54

Ini Kawanua yang Lolos Capim KPK

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COMWarga Sulawesi Utara patut berbangga. Dari 104 calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang lolos ke tahapan selanjutnya, ada 4 nama bermarga kawanua.

Penelusuran Manado Post, pertama ada Hernold Ferry Makawimbang (ahli hukum keuangan negara), Yotje Mende (Komisioner Kompolnas, Mantan Kapolda Papua), Frans Paulus (advokat), hingga Nawawi Pomolango.

Nama terakhir bahkan lahir di Desa Boroko, Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut). Nawawi Pomolango saat ini menjabat Hakim Tinggi Pengadilan Negeri Denpasar Bali.

Diketahui, jumlah calon pimpinan capim KPK periode 2019-2023 terus mengerucut. Dalam data yang dirilis Panitia Seleksi (Pansel) Capim KPK kemarin (22/7), tersisa 104 nama yang bakal memperebutkan lima posisi pimpinan lembaga antirasuah. Jumlah tersebut berkurang setelah 83 nama gagal dalam uji kompetensi.

Anggota Pansel Capim KPK, Harkristuti Harkrisnowo mengatakan, sejak awal pansel tidak menetapkan kuota dalam menyaring capim yang mengikuti uji kompetensi.

Dengan demikian, 104 nama yang lolos sepenuhnya didasarkan pada hasil objective test. Yakni tes pengetahuan terkait tupoksi KPK melalui pertanyaan pilihan ganda, serta tes ide dan gagasan soal problematika korupsi melalui tes makalah.

Dalam menilai hasil uji kompetensi yang dilakukan para capim KPK, lanjut dia, Pansel menggunakan sistem otomatisasi komputer untuk tes pengetahuan. Sementara untuk hasil makalah, pansel menggandeng 12 tokoh yang terdiri dari akademisi, praktisi, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang konsen dengan isu korupsi.

“Sehingga kami dapat hasil yang baik. Hasil dari independent reader dan objective test yang kami gunakan untuk tentukan siapa yang lolos dan tidak,” ujarnya di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, kemarin dilansir dari Jawa Pos (grup Manado Post).

Nama-nama yang lulus, kata Kris, selanjutnya akan menjalani tes psikologi yang dilakukan pada Minggu 28 Juli 2019 mendatang. Dalam tes psikologi, pansel akan menggali kejiwaan para capim KPK. Misalnya daya analisis, kemampuan antisipasi masalah, ketenangan dan stabilitas emosi, dan lain sebagainya.

Sementara itu, dari 104 nama yang lulus, tercatat ada sembilan perwira Polri berhasil melenggang. Yakni Irjen Antam Novambar, Irjen Dharma Pongrekun, Brigjen M Iswandi Hari, Brigjen Bambang Sri Herwanto, Brigjen Agung Makbul, Irjen Juansih, Brigjen Sri Handayani, Irjen Firli Bahuri, dan Irje Ike Edwin.

Sebetulnya, total ada 11 perwira aktif polri yang mendaftar. Namun Wakapolda Jawa Barat Brigjen Akhmad Wiyagus mengundurkan diri, serta Direktur Diseminasi dan Publikasi Deputi Bidang Komunikasi dan Informasi BIN Brigjen Darmawan Sutawijaya dinyatakan tidak lulus.

Selanjutnya dari unsur KPK, tiga petahana yang kembali maju lolos uji kompetensi. Yakni Laode Muhammad Syarief, Basaria Panjaitan, dan Alexander Marwata. Kemudian dari unsur pegawai KPK, ada 11 nama yang lolos ke tahap seleksi psikologi.

Di antaranya Direktur Pencegahan KPK Pahala Nainggolan, Direktur Pembinaan Jaringan Kerja dan Antar Komisi dan Instansi KPK Sujanarko, serta Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Giri Suprapdiono.

Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnarsih mengatakan, dengan nama-nama yang semakin mengerucut, partisipasi masyarakat diharapkan bisa meningkat. Yakni dengan memberikan masukan tertulis untuk menilai maupun melaporkan seluk beluk para capim.

12
Kirim Komentar