22 Jul 2019 10:04

Terima Uang, Pendamping PKH Dipecat

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM—Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw meminta kepada semua masyarakat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang masuk sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk berani melaporkan jika ada pemotongan bantuan baik dari pihak kelurahan/desa, pendamping PKH serta ketua kelompok PKH.

Dirinya mengatakan, tidak ada pemotongan atau partisipasi yang harus dikeluarkan masyarakat penerima bantuan. Semua aduan tersebut, menurut Kandouw, bakal langsung ditindaklanjuti untuk mengecek kebenaran.

"Iya masyarakat jangan takut untuk mengadu jika memang ada bantuan PKH yang dipotong. Saya harus tegaskan, tidak ada sistem potong-potongan bantuan. Partisipasi juga tidak perlu. Jangan sampai masyarakat ditakut-takuti, dan akhirnya bantuan itu dipotong.

Jadi silahkan saja jika memang ada masyarakat yang mengadu. Tidak perlu takut. Bantuan PKH kan, diperuntukan bagi masyarakat miskin. Jadi jangan lagi ada potongan. Harusnya ditambahkan, bukan dipotong. Mau alasan partisipasi, juga tidak boleh. Siapapun itu, jangan coba-coba," tegasnya, Minggu (21/7).

Pendamping PKH, menurut Kandouw, harus bekerja jujur. Jangan sampai, menurut Kandouw, ada pendamping PKH yang sengaja melakukan pemotongan dengan alasan partisipasi. Jika ada pendamping yang melakukan hal tersebut dan terbukti, maka secara tegas, Kandouw mengatakan, bakal memecat pendamping tersebut.

Pasalnya, pendamping PKH bertugas mengeluarkan masyarakat dari status kemiskinan. Bukan menambah beban dan terus menjadi miskin. Karena itu, dirinya meminta kepada masyarakat untuk melaporkan jika ada perbuatan yang tidak terpuji tersebut.

"Pendamping PKH itu kan digaji. Bukan bekerja sebagai partisipan. Dan tugas utama mereka adalah mengeluarkan masyarakat yang menjadi binaannya untuk keluar dari status kemiskinan. Mereka harus mendata bahkan melatih masyarakat KPM, bukan melakukan pemotongan bantuan. Ini tindakan tidak terpuji.

Jika ada seperti itu, maka laporkan. Kita mengawal secara ketat bantuan ini. Masyarakat tidak perlu takut untuk melapor. Kita akan langsung tindaklanjuti aduan tersebut. Jika memang terbukti ada pendamping yang melakukan pemotongan bantuan atau menahan, maka langsung kita pecat dan ganti. Masyarakat harus sejahtera lewat bantuan ini," ujarnya.

Kandouw juga mengatakan, tidak boleh ada oknum baik pemerintah daerah atau perangkat desa dan kelurahan menakuti masyarakat terkait bantuan. Jangan sampai juga, menurut Kandouw, semua bantuan baik dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah dipolitisasi.

Peran masyarakat, menurutnya, sangat penting agar hal tersebut tidak terjadi di Sulut. Semua bantuan juga ungkapnya, harus bisa disosialisasikan kepala daerah dengan baik. Apa yang menjadi ketentuan harus disampaikan kepada masyarakat. Tidak boleh menurutnya, ada oknum yang menebar ketakutan atau membodohi masyarakat terkait bantuan tersebut. Tugas pemerintah harus memastikan bantuan tersebut tepat sasaran.

Senada, Kepala Dinas Sosial Daerah Sulut Rinny Tamuntuan mengatakan, pihaknya selalu mengawal agar bantuan bisa tepat sasaran. Karena itu, dirinya selalu terbuka dengan semua aduan dari masyarakat terkait bantuan. Tidak ada, menurut Tamuntuan, bantuan PKH dipotong pendamping atau mewajibkan partisipasi.

Dirinya menegaskan, langsung menindaklanjuti jika ada hal seperti itu terjadi. Pendamping PKH juga, menurut Tamuntuan, harus bekerja sebaik mungkin dan tidak boleh menerima uang dari masyarakat penerima bantuan.

"Memang kita apresiasi jika ada masyarakat yang mengadu. Jangan sampai sudah dipotong namun tidak mengadu. Pendamping PKH harus bertanggung jawab jika ada aduan. Dan kalau terbukti, maka siap-siap kita ganti. Kan bantuan ini diperuntukkan bagi masyarakat miskin, jadi tidak boleh ada pemotongan.

Sedangkan untuk membeli rokok kita larang, apa lagi ada pemotongan bantuan. Tidak ada sistem seperti itu. Pendamping PKH ataupun ketua kelompok, tidak boleh juga menakut-nakuti masyarakat. Silahkan laporkan ke Dinas Sosial Daerah Sulut jika ada hal itu terjadi," imbuhnya. (tr-02/can)

Kirim Komentar