21 Jul 2019 17:31

Sopir Angkot Buat Candaan Gambar Jokowi, Kena UU ITE, Kapolres: Masyarakat Harus Pintar Bermedsos

MyPassion
Tersangka diamankan bersama barang bukti handphone di Mapolres Bitung, Minggu (21/7). (foto: dok Polres Bitung)

MANADOPOSTONLINE.COM—Sopir angkot berinsial TTA alias Taufik (36), warga Kecamatan Matuari, terpaksa harus berurusan dengan pihak berwajib karena keusilannya, Minggu (21/7). Dia dengan sengaja mengunggah gambar editan tidak pantas Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang diposting dalam sebuah grup facebook, baru-baru ini. Polres Bitung pun langsung gerak cepat dan mengamankan Taufik.

Taufik mengaku, sebenarnya dia seorang pendukung Jokowi dalam Pilpres 2019. Namun postingan tidak pantas tersebut dilakukannya ketika berada di dalam mikrolet yang saat itu sedang parkir di depan SPBU Wangurer.

Dia mengatakan, perbuatannya itu hanya untuk lucu-lucuan atau candaan saja membalas postingan salah satu pendukung Jokowi di grup facebook, yang menjadi viral dan menuai banyak komentar.

Tim gabungan Polres Bitung yang dipimpin Kasat Resnarkoba AKP Frelly Sumampouw pun langsung berindak mengamankan Taufik. Taufik diamankan di rumahnya tanpa perlawanan, sekitar pukul 22.30. Taufik bersama barang bukti berupa handphone dibawa ke Mapolres Bitung.

Kasat Reskrim Polres Bitung AKP Taufiq Arifin mengatakan, penangkapan ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dari ulah tersangka.

"Bersangkutan saat ini kami amankan bersama barang bukti untuk kepentingan proses lebih lanjut," ujarnya.

Lanjutnya, tersangka juga telah mengakui perbuatannya dan meminta maaf serta berjanji tidak mengulangi lagi. "Adapun postingan gambar tersebut telah dihapusnya," kata Kasat Reskrim.

Lanjutnya, meski sudah mengakui dan meminta maaf serta menghapus postingan gambar yang tidak pantas itu, tetap akan diproses sesuai undang-undang. "Tersangka bisa dijerat dengan UU ITE Tahun 2016 akibat dari ulahnya itu," tutupnya.

Sementara itu, Kapolres Bitung AKBP Stefanus Michael Tamuntuan SIK MSi mengatakan, masyarakat harus pintar bermedsos, termasuk memperhatikan etika dan taat aturan.

“Kami tidak akan mentolerir kasus terkait menghina kepala negara dan simbol-simbol negara. Pemilu telah usai saatnya kita kembali bersatu demi kemajuan bangsa. Hilangkan semua perbedaan pilihan dan pandangan politik,” ajaknya. (ctr-61/can)

Kirim Komentar