20 Jul 2019 09:53

Dari Cuci Piring, Tuama Langowan Ini Sekarang Jadi Head Chef di Amerika

MyPassion
Moody Tengker (paling kanan) dan para koki/pelayan resto yang ia pimpin. Foto lain, aksi Moody di depan costumer

Berkat ketekunan dan kesabaran, pria asal Langoan bernama Moody Tengker kini memegang jabatan sebagai head chef atau kepala koki di sebuah Resto makanan Jepang yang ternama di New York USA.

Laporan: Vanly Regoh

MOUNT Fuji sendiri, merupakan salah satu restoran yang sangat terkenal di Hillburn New York. Berdiri sejak 50 Tahun yang lalu, resto Jepang ini, berlokasi di atas pegunungan, yang membuat tempat ini menjadi unik dan penasaran untuk dikunjungi.

Jarak dari Kota Hillburn ke resto diperkirakan mencapai 37 Mil atau dapat ditempuh sekitar satu jam dari Manhattan. "Meski begitu jika ada tamu dari Indonesia, pasti dibawa ke resto kami. Karena sampai para supir di sana sudah sangat tahu kalau hampir 100 persen pegawai kami adalah warga asal Indonesia," ungkap Tengker.

Presiden Makedonia, Ibu Risma Harini, Efendi Peranginangin, Dimas, dan Nadine Candrawinata merupakan sebagian daftar nama yang pernah merasakan nikmatnya masakan Tou Minahasa ini. "Tak jarang American celebrity dan para pejabat mengunjungi tempat ini, termasuk orang-orang asal Indonesia," katanya.

Tengker sendiri berangkat ke Amerika karena dipanggil oleh saudaranya, kemudian iya berangkat kesana meninggalkan pekerjaan lamanya sebagai supir pribadi di Kalimantan.

"Awalnya hanya sekedar jalan-jalan, namun karena masih susah sehingga memaksa saya untuk bekerja di sana sebagai tukang cuci piring," ujarnya.

Lanjutnya, sebagai orang yang baru di negeri orang, awalnya sempat kesulitan, namun berkat semangat yang iya miliki, ia boleh bertahan di Negeri Paman Sam.

"Pekerjaan pertama saya memang sudah di rumah makan, sekitar lima tahun. Kemudian saya putuskan untuk pindah ke restoran Mount Fuji sampai sekarang," ceritanya.

Suami Stella Watuseke ini mengatakan, setiap rumah makan yang ada di New York sangat mengutamakan kebersihan. Dan bahkan di daerah tertentu, para petugas departemen kesehatan rutin melakukan pemeriksaan kebersihan.

"Di sana jika departemen kesehatan mendapatkan kesalahan sekecil apapun terkait kebersihan, maka restoran tersebut akan langsung mendapat sanksi. Apalagi jika di sebuah restoran kedapatan tikus atau kecoa, pasti akan langsung ditutup," kata Moody sambil berharap resto di Manado harus higenis.

Ayah tiga anak ini berharap, Tou Minahasa, terlebih anak muda supaya jangan takut untuk merantau di negeri orang. Meskipun memang akan banyak tantangan, jika dihadapi dengan sabar dan tekun pasti ada jalan keluar.

"Saya sempat melewati masa-masa sulit dengan gaji yang hanya 200 USD dan sekarang sudah bisa menerima gaji sebesar 4.000 USD atau sekitar Rp60 juta. Intinya, sebagai pendatang harus mampu menyesuaikan diri dan jangan royal di negeri orang, apalagi Amerika dengan gaya hidupnya sangat inggi," pesannya. (*)

 

Kirim Komentar