19 Jul 2019 10:53

Embung Desa Koka Diduga Asal Jadi

MyPassion
Ilustrasi embung.(dok)

MANADOPOSTONLINE.COM—Pembangunan embung yang terletak di Desa Koka, Kecamatan Tombulu diduga dikerjakan asal-asalan. Pasalnya proyek yang dikerjakan oleh salah satu kontraktor  di tahun  2018 lalu, dengan anggaran berbanderol Rp 1,4 M ini dinilai mubazir.

Informasi yang berhasil dirangkum, pasca usai dibangunnya proyek embung tersebut di akhir tahun lalu. Hingga kini fasilitas tersebut tidak bisa digunakan. Parahnya lagi, di bagian pondasi bagian bawah dinilai tidak kokoh dan padat. Sebab, sudah seringkali embung tersebut terisi dengan air, namun air yang mengalir masuk lagi ke embung, lewat celah-celah pondasi bagian bawah. Diduga, pekerjaan embung tersebut tidak sesuai dengan standar spesifikasi pekerjaan (spek).

“Kami menilai, pondasi bagian bawah embung tak padat. Material batu yang digunakan pada bagian bawah tak rapat, sebab tanah tempat berdirinya pondasi penuh dengan lumpur. Hal ini mengakibatkan air yang mengalir masuk ke embung tersebut dengan mudah masuk  keluar melalui celah pondasi di bagian bawah. Kami menilai pekerjaan ini tak sesuai Spek,” ungkap warga sekitar embung yang meminta namanya tak dikorankan.

Menurut dia lagi, seharusnya embung sudah selesai dibangun akhir 2018 lalu sehingga  dapat digunakan oleh masyarakat. Namun, disesalkannya hinnga saat ini tidak bisa dimanfaatkan.

"Jika diisi air, embung tersebut tidak pernah akan penuh. Itu di akibatkan masih ada kebocoran bahkan sudah ada yang mulai retak dibagian bawah embung. Bagaimana kami memanfaatkannya,” keluhnya.

Sementara itu, Kabid Sarana dan Prasrana Hengky Wulur SP melalui Kasie Sarana Meiva Pangkey saat dikonfirmasi mengenai keberadaan embung di Desa Koka, Kecamatan Tombulu membenarkan pekerjaannya memang belum selesai.

"Benar pekerjaannya belum selesai. Karena sampai saat ini kami belum adakan serah terima akan pekerjaan tersebut. Kami telah memanggil pihak ketiga dalam hal ini kontraktor sebagai pelaksana untuk merampungkan pekerjaan tersebut sampai batas bulan juli ini," ujarnya.(tr-03/jul)

Kirim Komentar