19 Jul 2019 08:02

Ekonomi Sulut Melambat, Perkebunan Cs Harus Diseriusi

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut mencatat, Pertumbuhan Ekonomi (PE) Sulut selang 7 tahun terakhir (2012-2018), melambat. Bahkan dari rentangan waktu tersebut, PE Sulut paling banter menembus angka 6,86 persen. Itu pun terjadi tahun 2012 silam.

 

Hal ini jadi tugas dan tantangan berat bagi seluruh pemegang kebijakan. “Pemerintah provinsi, kota hingga kabupaten dalam menggunakan anggaran yang telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), maupun dana transfer semisal Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU) serta Dana Bagi Hasil (DBH),” jelas Regional Ekonom Dr Noldy Tuerah saat menjadi narasumber dalam seminar ‘Menjaga Kesehatan APBN di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global’, di Hotel Four Points Manado belum lama ini.

 

Dengan kajian, perencanaan dan yang paling penting sejauh mana stimulus anggaran bagi perbaikan kesejahteraan dan menopang sektor-sektor unggulan di satu daerah.

Padahal besar perhatian pemerintah pusat dalam mendorong Sulut biar lebih hebat. Hal ini tercermin dengan terus meningkatnya dana perimbangan namun belum bisa mengoptimalkan PAD apalagi PE Sulut.

Pun jika melihat realisasi penggunaan atau belanja APBD di seluruh daerah. Nyiur Melambai dikategorikan belum mampu menggunakan anggaran dengan semaksimal mungkin.

Terbukti  rentang tahun 2013-2018, rasio realisasi belanja APBD Sulut berada di angka tak lebih dari 88,72 persen. Bahkan, terakhir kali Sulut mencapai over penggunaan pagu belanja dari APBD paling baik di tahun 2015. Dimana hingga akhir tahun mampu menembus 101,94 persen.

Tuerah menyebutkan, pemerintah seharusnya memiliki perencanaan matang, sejak dari penyusunan anggaran, konsep lewat kebijakan dan kajian awal, sehingga durasi penggunaannya tak salah kaprah. Apalagi terus menghasilkan Silpa di masa penggunaan anggaran berakhir. Tak pelak, sejumlah proyek yang seharusnya sudah rampung di awal Triwulan IV, biasanya baru dikejar di bulan November dan Desember.

“Gampang liatnya kok kalo pekerjaan atau realisasinya terlambat. Biasanya itu di akhir-akhir tahun, masa penghujan kok masih disibukkan dengan mengaspal jalan, bangun jembatan dan lainnya. Artinya apa, dari proses perencanaan, ditetapkan, masuk ke lelang, hingga eksekusi program tidak tepat waktu. Kalau jalan bersyukur, lah kalau tidak digunakan anggaran bagaimana coba,” kritik Tuerah.

123
Kirim Komentar