19 Jul 2019 10:06

Banyak Dibentuk untuk Terima Sumbangan, 129 Koperasi di Bitung Segera Dibubarkan

MyPassion
Anneke Tumbelaka

MANADOPOSTONLINE.COM—Sebanyak 129 koperasi di Bitung akan segera dibubarkan. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DKUKM) Bitung Dra Anneke Tumbelaka MAP, Kamis (18/7) kemarin.

 

Menurutnya, koperasi yang bakal dibubarkan dalam waktu dekat ini, karena sudah tidak terdaftar.

"Sesuai undang-undang 25, koperasi yang tidak melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tiga tahun berturut-turut sudah bisa diusulkan bubar. Tetapi, kami (Dinas Koperasi dan UKM, Red) tidak segampang itu membubarkan koperasi. Jadi, ada 131 koperasi yang kita usul ke Kementerian Hukum dan HAM dari tahun 2017 dan sudah ada surat keputusan (SK) kementerian menyetujui 129 koperasi yang akan dibubarkan. Sehingga, sementara ini kita akan menyusun berita acara terkait penghapusan koperasi tersebut,” ujarnya.

Dia menjelaskan, 129 koperasi ini memang sudah tidak berjalan atau tanpa kegiatan sama sekali. “Keputusan pembubaran koperasi tersebut langsung ditangani Kementerian Hukum dan HAM, bukan lagi dari Kementerian Koperasi dan UKM," jelasnya.

Sedangkan, untuk koperasi yang kategori tidak aktif, tetap terus disurati. "Kami hanya menyurat dan memberikan pembinaan kepada koperasi-koperasi yang tidak aktif untuk melaksanakan RAT. Karena, RAT itu mempertanggungjawabkan tiga hal yaitu organisasi, usaha dan keuangan. Koperasi yang dinyatakan tidak aktif, karena mereka tidak melaksanakan RAT meskipun masih berjalan. Berbeda dengan 129 koperasi yang sudah mati suri atau tidak berjalan," tuturnya.

Dia juga menjelaskan, pembentukan koperasi saat ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. "Kalau dulu tidak ada administrasi untuk membentuk koperasi. Jadi banyak koperasi yang hanya dalam rangka menerima sumbangan mereka bentuk. Tapi, setelah itu langsung bubar. Berbeda dengan sekarang, membentuk koperasi harus membayar ke notaris untuk sertifikat. Kalau sebelumnya, hanya minta tanda tangan ke kepala dinas sudah selesai," jelasnya.

Menurut Anneke, pernah juga ada temuan koperasi yang tidak memiliki izin. "Awal tahun ini, ada dua temuan koperasi cabang dari Manado yang mendirikan koperasi di Bitung tanpa izin. Kami langsung menyurat dan memberikan pembinaan agar melapor dulu ke Dinas Koperasi dan UKM," jelasnya.

Saat ini juga, ada dari kelurahan-kelurahan yang bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM untuk sosialisasi.

"Karena, masih ada masyarakat yang tidak mengerti. Sehingga, ada kelurahan-kelurahan yang mengundang kami untuk melakukan sosialisai tentang Koperasi dan UKM," tutup Anneke.(ctr-61/can)

Kirim Komentar